Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Bagi dojang- dojang taekwondo di Nusa Tenggara Timur, nama Candy Francis sudah tak asing lagi, Candy adalah salah seorang atlet muda potensial yang “ditakuti” karena skillnya yang di atas rata- rata atlet seusianya.
Candy Francis (10) atlet taekwondo Dojang BPSDMD Provinsi NTT, putri dari pasangan Samuel Francis dan Vanny Feliciany ini merupakan salah seorang atlet terbaik yang dipunyai Kota Kupang dan NTT terbaru ia berhasil meraih emas sekaligus menyabet penghargaan sebagai atlet terbaik dalam Kejuaraan 1st Stekans Taekwondo Championship di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, 6-7 Desember 2025 lalu.
Yang bikin geleng- geleng kepala Candy meraih emas bukan di kelas idealnya, ia harusnya masih bertarung di kelas Pra Kadet namun sang kakek yang juga pelatihnya Sabam Edy Sengge merasa sudah saatnya ia “naik kelas” untuk melatih mental bertarungnya dengan lawan yang sedikit lebih besar, namun bukannya down, Candy malah melibas semua lawannya dengan KO hingga meraih medali emas dan atlet terbaik.
” Kemarin kita ujicoba Candy di kelas Cadet Kyorugi ( Tarung_red) dan puji Tuhan mentalnya luar biasa, semua lawan dilibas, kalau untuk menjadi atlet terbaik saya rasa pantas karena dari teknik maupun dari permainan, Candy itu betul-betul jauh dari lawan – lawannya, bukan sombong tapi memang jauh daripada atlet lainnya, tapi saya dan pelatih lain selalu berpesan tetap rendah hati dan terus berlatih keras dan disiplin,” ujar Sabam Edy, Jumat (12/12/2025).
Candy Francis punya kemapuan menendang dari kedua kaki yang sama baiknya, sehingga banyak lawan- lawannya yang kesulitan menghadapi kelincahan kakinya, kombinasi komplit antara kecerdasan dan kecepatan teknik menendang inilah yang membuatnya mampu menyisihkan pesaingnya di setiap turnamen.
Candy yang merupakan siswi kelas 5 di SD Bertingkat Oepura 4 Kupang ini mempunyai fisik dibatas rata- rata anak seusianya, bahkan di usia 10 tahun tinggi Candy sudah sekitar 150 Cm terbilang tinggi untuk atlet di kelasnya, sehingga dengan keunggulan fisik serta mentalnya ia bisa mengalahkan lawan- lawannya hingga menjadi nomor satu.
Candy juga memberikan tips bagaimana ia berlatih untuk mengasah kemampuannya sambil menyeimbangkan antara prestasi di sekolah dan prestasi di arena taekwondo.
” Saya berlatih keras serta menyeimbangkan waktu antara sekolah dan latihan, Puji Tuhan bapak dan mama serta keluarga mendukung saya, sehingga saya semakin bersemangat, Tuhan sudah anugerahkan fisik dan kemampuan ini, sehingga akan saya gunakan sebaik- baiknya untuk berprestasi,” ujar Candy.
Candy Francis adalah contoh nyata bagaimana jika bakat yang dianugerahi Tuhan dilatih dengan baik, maka akan menghasilkan prestasi yang luar biasa.
Rudy







