Tiga Kunci Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Menurut Menko Airlangga

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Dalam kuliah umum yang bertajuk “Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju: Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Masa Depan Bangsa,” Menko Airlangga menegaskan hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.  Untuk mendorong hilirisasi ini diperlukan pembenahan dalam perbaikan pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, pembiayaan pendidikan dan kesehatan dalam negeri yang saat ini juga menjadi kebutuhan mendesak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengatakan ada tiga mesin pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketiga mesin pertumbuhan mencakup hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia. “Ketiga mesin ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Airlangga dalam kuliah Umum dan Reuni Alumni Teknik Mesin UGM Angkatan 1981, Jumat (6/2), di auditorium Fakultas Teknik UGM.

Bacaan Lainnya

Soal ketahanan pangan, Airlangga menyoroti upaya pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. “Ketika terjadi krisis, kita harus punya stok pangan sendiri. Itu sebabnya fokus pada food estate dan sektor pertanian menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ia menilai bahwa tantangan bangsa Indonesia ke depan yang tidak kalah penting adalah sektor energi dan teknologi, yang membutuhkan peran aktif generasi muda dengan latar belakang keilmuan sains dan teknologi. Oleh karena itu, Airlangga menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan ekonomi. “Yang berkelanjutan itu bukan hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis sumber daya manusia,” tutupnya.

Di kesempatan itu, Airlangga juga menyinggung isu-isu strategis ekonomi lainnya, seperti pengembangan platform GIG Economy sebagai salah satu upaya pemerintah dalam membuka peluang kerja bagi generasi muda. “Program ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk dapat berkontribusi secara produktif di tengah perubahan struktur pasar kerja,” ujarnya.

Di hadapan mahasiswa Teknik UGM, Airlangga mendorong mahasiswa Teknik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun karakter dan pengalaman selama menempuh bangku kuliah. “Lulusan teknik mesin itu fleksibel, bisa bergerak ke banyak sektor, dan justru ada kemungkinan dibutuhkan di berbagai bidang,” kata Airlangga.

Reuni alumni teknik mesin FT UGM angkatan 1981 ini dihadiri oleh Rektor UGM Prof Ova Emilia, Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. Selo, Ph. D., Ketua Departemen Teknik Mesin dan Industri, Dr. Muslim Mahardika dan anggota DPR RI Ir. Budi Sulistyono. Kehadiran Airlangga Hartarto ini menjadi bagian dari rangkaian acara Sharing Session dan Reuni ke-45 Alumni Teknik Mesin UGM Angkatan 1981.

Diyana Khairunnisa & KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *