Guru Tidak Hanya Pengajar, Namun Arsitek Karakter Siswa di Era Transformasi Pendidikan

Magelang, kabarTerkiniNews.co.id – Guru bukan sekadar pengajar, melainkan arsitek karakter. SMP Muhammadiyah Pujotomo Mertoyudan menggandeng FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang untuk membekali guru strategi pendampingan pembentukan karakter siswa di era transformasi pendidikan.

Hari Jum’at, 7 Agustus 2026, Aula SMP Muhammadiyah Pujotomo Mertoyudan dipenuhi semangat para guru saat mengikuti In House Training (IHT) bertema “Mengoptimalkan Peran Guru dalam Pendampingan Pembentukan Karakter Siswa”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara sekolah dan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).

Bacaan Lainnya

Narasumber utama, Sugiyadi, M.Pd, Kons., dosen BK Unimma, menekankan bahwa pembentukan karakter adalah fondasi bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mengatasi permasalahan siswa.

Menurutnya, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada kemampuan guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam setiap interaksi pembelajaran, bukan hanya sebagai materi terpisah.

“Karakter tidak diajarkan lewat ceramah, tapi lewat keteladanan dan integrasi dalam proses belajar. Guru harus mampu membaca kebutuhan siswa dan meresponsnya dengan pendekatan yang manusiawi namun tetap berprinsip.” kata Sugiyadi.

Kepala SMP Muhammadiyah Pujotomo Mertoyudan, Agus Haryanto,S.P, M.Pd menegaskan bahwa tugas guru tidak terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. Menanamkan karakter baik adalah amanah yang lebih berat namun lebih bermakna. Ia berharap IHT ini menjadi titik balik bagi seluruh warga sekolah untuk kembali menyelaraskan visi pendidikan dengan nilai-nilai keteladanan.

“IHT ini bertujuan mengoptimalkan peran para guru tidak hanya pintar mengajar, tapi juga peka terhadap perkembangan jiwa siswa, mendampingi dan membentuk karakternya.” kata Agus.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para guru aktif berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan pendampingan karakter di kelas. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar-guru, menciptakan ekosistem kerja yang suportif dan kolaboratif.

Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Unimma Astiwi Kurniati S.Pd M.Psi mengapresiasi kolaborasi antara sekolah dengan Unimma dan berkomitmen melanjutkan kolaborasi ini secara berkelanjutan. Sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah menengah dipandang sebagai model ideal untuk mempercepat implementasi kurikulum berbasis karakter.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama antara prodi BK Unimma dengan SMP Muhammadiyah Pujotomo. Kami berharap akan membawa dampak positip bagi kedua belah pihak dan tidak hanya di bidang kegiatan IHT tetapi pada kegiatan lainya,” kata Astiwi

Ke depan, SMP Muhammadiyah Pujotomo Mertoyudan berencana memperluas kerja sama dengan Unimma, tidak hanya dalam bidang BK, tetapi juga pengembangan kompetensi guru, manajemen dan lainnya. Tujuannya jelas menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan transformatif bagi generasi muda di era digital sekarang ini.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *