Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Program Pelatihan kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok, Cina, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi seluruh kepala desa se Indonesia. Kali ini, Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu Kepala Desa yang ikut dalam pelatihan selama 21 Hari di Tiongkok, Cina.
Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono, Saat dikonfirmasi merasa bersyukur, Salah satu dari 25 kepala desa terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok.
” Ini suatu kebanggaan bagi kami Kepala Desa Ponggok, Yang ditunjuk untuk mengikuti pelatihan di Tiongkok. Di Kabupaten Klaten ada 2 Kades, saya (Junaedi Mulyono) dengan Kepala Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, ” Ungkapnya.
Dilanjut Kades Ponggok, Dalam sesi perkuliahan Tiongkok, banyak hal terkait adanya perkuliahan pengenalan potensi desa, yang tertata dengan baik, yang sudah menghasilkan uang Ratusan Miliar Pertahun.
” Banyak ilmu yang kita dapat dari Cina Ya seperti yang sudah kami lakukan di Ponggok, di Cina itu Desa itu sangat menjadi pendorong ekonomi ataupun potensi di desa itu kemiskinan di desa itu benar-benar diperhatikan oleh Pemerintah sehingga ekonomi di desa itu bisa berkembang dan maju, ” Tuturnya.
Kades Ponggok mengaku, sistem pengelolaan di Tiongkok sangat maju, bahkan pengelola hasil produksi di setiap desa prosesnya sangat modern, menggunakan sistem sehingga sangat tertata.
“Perkuliahan yang kami dapatkan selain kami dapat mengenai tentang profil kegiatan kebijakan-kebijakan pemerintah Tiongkok, mengenai tentang desa itu juga strategi dari pemerintah Tiongkok di mana dari hasil-hasil produksi di desa itu bisa dikelola menjadi sistem-sistem,” Ungkapnya.
Di Ponggok sendiri, Terang Kades, telah menerapkan sistem Hilirisasi, dengan memberdayakan potensi masing masing RW, Mulai dari Perikanan, Agro pertanian, Wisata air, yang mana setiap RW telah memiliki pendapatan dari hasil potensi masing- masing. Kedepan potensi tersebut akan terus dikembangkan agar dapat menambah Incame desa.
” Pembangunan fokus di desa atau pendorong ekonomi Desa itu ternyata terbukti saat ini di dunia itu nol kemiskinan dan juga di sana itu produk-produk itu memang benar-benar memiliki kualitas dan standar yang tinggi kalau sudah ada, seperti Desa Teh, ada Desa kopi, teh di sana itu bisa dijual 50 juta, satu peck, ” Imbuhnya.
Di ponggok sendiri lanjut Kades, akan banyak diubah konsep, dengan memberdayakan Genarasi Muda, yang paham terkait Teknologi, sehingga produk produk di desa Ponggok akan di jual melalui Online Desa. Bahkan desa Ponggok akan membuat promosi produk akan terus berkembang.
” kedepannya akan ada ruang galerinya tidak untuk anak-anak muda melakukan kegiatan seperti podcast dan lain-lain tadi untuk live dan lain-lain dan itu jadi di mereka itu punya aplikasi sendiri yang mereka menjual produk-produknya itu biar itu namanya kalau dari desa sendiri dan ini kan kalau dari desa terus dikembangkan, dengan hastag
#BangunDesaBangunIndonesia, #kemendespdt, ” Pungkasnya
Prabowo Aji







