Ribuan Ikan Milik Pembudidaya Ikan di Prambanan Klaten Gagal Panen, Gegara Limbah Usaha Tahu

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Sebanyak 27 Pembudidaya ikan air tawar yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Kridamina, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami gagal panen. Seluruh Pembudidaya resah lantaran dampak Pencernaan lingkungan, terutama aliran sungai, akibat limbah usaha tahu.

” Ikan ikan saya mati, itu diduga pencemaran air sungai untuk budidaya ikan akibat limbah usaha tahu,” Jelas Supatman (Emon) saat ditemui di kolamnya Minggu (20/09) Siang.

Bacaan Lainnya

Diterangkan Supatman, dengan adanya peristiwa ini, dirinya mengalami merugian yang cukup banyak, bahkan, untuk balik modal awal, saat tebar bemih, hingga biaya pakan dan operasional, tidak cukup.

” Intinya saya merugi, ini saya ada 4 kolam, mayoritas bawal, dan Nila, itu jika ada produksi tahu beroperasi, maka sore hari ikan ikan ini mati,” Tuturnya.

Dilanjut Supatman, kejadian ini berlangsung lama, mayoritas ikan yang mati itu berumur dewasa, sehingga, jika siap memasuki masa panen, lalu ikan mati masal.

” Matinya ikan dikolam saya itu banyak, siap panen malah mati, kalau dihitung hitung kerugian itu ada Rp 8 juta, itu karena pakan ikan mahal,” Ungkapnya.

Dampak limbah usaha tahu ini juga dialami Andri, sedikitnya ada 1 kg hingga 10 kg ikan air tawar yang dibudidayanya mati, air sungai yang tercemar limbah ini sangat bau.

” Jika produksi, nanti sore itu, air sungai menjadi bau yang sangat menyengat, terus malamnya ikan ikan ini mati. Ada itu 1 Kg terus pernah 10 kg,” Ujarnya.

Andri mengaku, jika hal ini terus terjadi, maka Pembudidaya ikan air tawar bersisik, seperti Nila, Bawal, Gurame, yang dibudidaya Warga ini, mati dan terancam gagal panen. Dirinya berharap ada solusi dari Pemerintah.

” Sedih jika sudah muncul bau, lalu malamnya kita melakukan pengecekan, eh ternyata banyak yang mati, kita sangat merugi, dan berharap ada solusi dari Pemerintah, atau pihak yang berwenang,” Pungkasnya.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *