Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia DIY bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY menggelar ziarah ke makam tokoh-tokoh pers di Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum mengenang jasa para perintis dan pejuang pers yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan dunia jurnalistik.
Ziarah diawali pukul 07.30 WIB di Taman Makam Wijayabrata, Tamansiswa, dengan penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara, Ki H. Samawi, dan Ki Mashuri Darmosugito. Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke Pesareyan Sonyoragi pukul 08.20 WIB untuk mengenang Mr. Sumanang.
Agenda berikutnya berlangsung di Makam Pringwulung pada pukul 08.45–09.00 WIB dengan doa untuk M. Wonohito. Rangkaian ziarah berlanjut ke Makam Krapyak pukul 09.20–10.00 WIB untuk mengenang H. Koesfandi dan Suwariyun.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ziarah ke makam wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) pada pukul 10.15–11.00 WIB. Di pusara Udin, doa dan tabur bunga dilakukan secara khidmat sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya membela kemerdekaan pers.
Udin, jurnalis harian Bernas, dikenal sebagai simbol keberanian pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Ia wafat pada 16 Agustus 1996 setelah mengalami kekerasan terkait karya jurnalistiknya. Peristiwa tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah kebebasan pers di Indonesia dan hingga kini namanya dikenang sebagai pejuang kemerdekaan pers.
Ketua PWI DIY, Drs Hudono SH menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk refleksi dan peneguhan komitmen insan pers terhadap nilai-nilai independensi dan integritas. “Para tokoh yang kita ziarahi hari ini telah memberikan teladan tentang keberanian, dedikasi, dan tanggung jawab moral pers kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Keluarga Samawi, HM Idham Samawi, menyampaikan apresiasi atas doa yang dipanjatkan kepada almarhum ayahandanya.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas doa yang diberikan kepada ayahanda kami, Samawi, yang telah berperan menumbuhkan pers. Ini merupakan wujud nyata dari semangat jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ungkap Idham.
Ia berharap generasi wartawan saat ini terus menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi, sekaligus meneladani semangat perjuangan para pendahulu.
Di Pusara makam Udin, Kordinator Pokja Kerohaniaan, H M Sobirin mendoakan agar rekan saat meliput di Bantul, Udin dapat diterima di sisi Allah SWT. Disamping kasus pembunuhan bisa terungkap dan juga mendapat gelar Pahlawan seperti diperjuangkan PWI DIY.
Melalui kegiatan ziarah ini, PWI DIY dan IKWI DIY menegaskan komitmen untuk terus merawat sejarah, menghormati jasa tokoh pers, serta memperjuangkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab di tengah tantangan zaman.
Nurul Abadi







