Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Gadis cilik berusia 6 tahun asal Pekalongan, Jawa Tengah, Zeline, memulai langkah dan perjalanan barunya dengan membawa advokasi Kebaya Kids Corner.
Bagi Zeline, peran ini bukan hanya sekadar soal mahkota dan busana kebaya, melainkan tentang dampak nyata yang bisa diberikan untuk lingkungan sekitar.
Meski usianya masih sangat muda, semangatnya luar biasa besar. Sebagai seorang Puteri cilik, ia berharap dapat menjalankan misi 3B: Berbicara, Bergerak, dan Berbagi.
Apa itu Misi 3B?
– Berbicara: Memberikan edukasi dan pemahaman budaya, khususnya kepada perempuan dan anak-anak seusianya. Hal ini juga dilakukan melalui kanal digital seperti podcast di YouTube Kebaya Kids Corner.
– Bergerak: Melakukan aksi nyata melalui program-program yang berdampak, membangun semangat, dan menginspirasi. Zeline juga menggerakkan kecintaannya pada budaya melalui seni, seperti menyanyikan lagu keroncong, memainkan piano, dan drum.
– Berbagi: Menebar kebaikan kepada sesama. Hingga saat ini, Zeline telah melakukan beberapa kegiatan berbagi, antara lain memberikan bantuan sembako kepada para tukang becak dan kaum dhuafa.
Zeline sendiri bukanlah nama asing di dunia pemilihan busana dan budaya. Ia telah mengukir berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional, antara lain sebagai Icon Pesona Wastra Indonesia 2025 dan Little Miss Indonesian Cultural 2024.
Kiprahnya yang luar biasa membuatnya sering diundang sebagai bintang tamu di berbagai acara televisi di Semarang maupun di hotel-hotel ternama.
Saat ini, Zeline tengah berpartisipasi dalam ajang bergengsi Putri Kebaya Indonesia. Kompetisi ini diadakan oleh akun Instagram @puterikebayaindonesia dan diikuti oleh sekitar 60 peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam ajang ini, para peserta dinilai tidak hanya dari kemampuan catwalk, public speaking, dan bakat, tetapi juga dari kepribadian serta aksi nyata dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya kebaya. Zeline tampil sebagai perwakilan Jawa Tengah 3.
Dengan wadah Kebaya Kids Corner yang ia bangun sendiri, Zeline membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi pelopor pelestarian budaya dan agen perubahan yang bermanfaat bagi banyak orang.
Kermit







