KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id– Dari warung kelontong di sudut desa, usaha rumahan yang menopang ekonomi keluarga, hingga perusahaan yang menyerap banyak tenaga kerja, seluruh aktivitas usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Karanganyar. Karena itu, keberadaan data yang akurat menjadi kebutuhan utama agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dilakukan Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (22/6/2026). Pada kesempatan tersebut, sekaligus dikukuhkan ratusan petugas yang akan melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali. Melalui sensus ini, pemerintah berupaya memperoleh gambaran nyata kondisi perekonomian masyarakat sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kepala BPS Kabupaten Karanganyar, Lin Purwati, S.ST., M.Agb., menjelaskan bahwa sensus kali ini tidak hanya mendata usaha konvensional, tetapi juga menangkap perkembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan berbagai bentuk usaha yang tumbuh seiring perubahan zaman. Menurutnya, hasil pendataan akan menjadi bahan penting untuk melihat potensi ekonomi daerah sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Di Kabupaten Karanganyar, sebanyak 938 petugas sensus diterjunkan untuk mendata sekitar 113.841 unit usaha yang tersebar di 17 kecamatan. Pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah dan tempat usaha mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar angka statistik, melainkan pijakan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Ketika data usaha masyarakat tersedia dengan baik, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat. Mulai dari pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga berbagai kebijakan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas lapangan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Partisipasi warga dalam memberikan data yang benar akan menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan di masa mendatang. Karena itu, masyarakat diimbau menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Seluruh data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh undang-undang.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap pembangunan ekonomi ke depan dapat dilakukan dengan lebih terukur, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sebab, pembangunan yang baik selalu diawali dari data yang baik. Data yang akurat bukan hanya membantu pemerintah mengambil keputusan, tetapi juga membuka peluang agar program bantuan usaha, pengembangan UMKM, investasi, dan penciptaan lapangan kerja dapat hadir lebih tepat bagi masyarakat yang membutuhkan. ( Her/KTN)








