Ratusan Warga Klaten Tukarkan MinyaKita Bantuan Pangan, Diduga Berbau Solar

Foto : Sejumlah Wraga terlihat mengembalikan Bantuan Pangan, Minyak Goreng, ke kantor Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Mintak Bantuan diduga berbau solar

KLATEN Kabarterkininews.co.id— Ratusan warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mendatangi kantor desa untuk menukarkan minyak goreng merek MinyaKita yang mereka terima dalam program bantuan pangan pemerintah. Minyak goreng tersebut diduga berbau solar dan minyak tanah, sehingga memicu keluhan dari warga penerima manfaat.

Peristiwa itu terlihat di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, saat warga memadati kantor desa untuk menukarkan minyak goreng bantuan yang disalurkan melalui program pangan pemerintah. Minyak goreng merek MinyaKita itu merupakan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan melalui Bulog.

Sejumlah warga mengaku baru mengetahui adanya kejanggalan setelah minyak goreng dibuka dan digunakan untuk memasak di rumah. Mereka menyebut aroma minyak sangat menyengat dan menyerupai bau solar maupun minyak tanah.

“Baunya seperti minyak tanah, bahkan ada yang bilang seperti solar. Saat dipakai menggoreng, baunya terasa sekali,” ujar salah seorang warga.

Tak hanya mencium bau menyengat, beberapa warga juga mengaku sempat membandingkan minyak bantuan tersebut dengan minyak goreng lain yang mereka miliki di rumah. Hasilnya, hanya minyak bantuan MinyaKita yang mengeluarkan bau tak wajar.

Warga menyebut, setelah digunakan untuk memasak, warna minyak terlihat lebih gelap dan aroma menyengat ikut memengaruhi makanan yang digoreng. Sebagian warga bahkan mengeluhkan rasa tidak nyaman di tenggorokan hingga pusing setelah mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak tersebut.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diketahui menerima empat liter minyak goreng MinyaKita. Mayoritas warga baru menyadari masalah itu setelah minyak dipakai untuk menggoreng makanan yang kemudian dikonsumsi bersama keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait dugaan minyak goreng bantuan yang berbau solar. Menurutnya, laporan tersebut sudah diteruskan kepada pihak penyalur bantuan untuk segera ditindaklanjuti.

“Sudah kami laporkan ke penyalur, dan minyak yang bermasalah akan diganti,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, peristiwa ini tidak hanya terjadi di satu desa. Berdasarkan data sementara, terdapat 13 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Wedi, yang terdampak persoalan serupa.

Total minyak goreng yang terdistribusi di wilayah terdampak mencapai 24.120 liter, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 6.030 KPM. Bantuan pangan tersebut mulai disalurkan pada 17 Juni 2026, dalam bentuk empat liter minyak goreng MinyaKita dan 20 kilogram beras medium untuk setiap penerima.

Meski sejumlah warga mengaku mengalami keluhan seperti sakit tenggorokan dan sakit kepala setelah mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak bantuan tersebut, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dampak kesehatan serius akibat kejadian itu.

Pemerintah daerah kini menunggu tindak lanjut dari pihak penyalur bantuan terkait dugaan kualitas minyak goreng bermasalah tersebut. Warga berharap bantuan pangan yang diberikan pemerintah benar-benar aman dan layak konsumsi, karena program ini ditujukan untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *