MinyaKita Diduga Berbau Solar, Warga Tegalgede Karanganyar Kembalikan Bantuan Pangan

Foto : Koordinator Lingkungan Kelurahan Tegalgede, Erwin Sasongko, menunjukan salah satu kemasan Minyak Goreng Bantuan pangan yang dikembalikan warga .

KARANGANYAR, kabarterkininews.co.id – Warga penerima bantuan pangan di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, mengembalikan minyak goreng merek MinyaKita yang baru mereka terima. Pengembalian dilakukan setelah minyak goreng bantuan tersebut diduga mengeluarkan bau menyengat menyerupai solar dan minyak tanah saat kemasan dibuka.

Keluhan warga muncul setelah bantuan pangan tahun 2026 disalurkan kepada masyarakat. Menindaklanjuti laporan itu, pihak kelurahan meminta seluruh warga penerima bantuan untuk mengumpulkan dan mengembalikan minyak goreng yang diduga bermasalah ke kantor kelurahan, agar tidak digunakan lebih lanjut sebelum ada kepastian terkait kualitas dan keamanannya.

Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, mengatakan di wilayahnya terdapat sekitar 850 warga penerima bantuan MinyaKita. Masing-masing warga menerima bantuan minyak goreng sebanyak 4 liter. Dari laporan yang masuk, persoalan hanya ditemukan pada minyak goreng, sedangkan bantuan beras yang disalurkan bersamaan dilaporkan tidak mengalami kendala.

“Beras tidak ada masalah. Yang bermasalah hanya minyaknya. Warga melaporkan minyak berbau minyak tanah dan solar, sehingga kami minta semuanya dikumpulkan dan dikembalikan ke kantor kelurahan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Pihak kelurahan kini telah berkoordinasi dengan penyalur bantuan dan Bulog agar minyak goreng yang dikeluhkan warga segera ditindaklanjuti. Koordinator Lingkungan Kelurahan Tegalgede, Erwin Sasongko, menyebut kejadian ini menjadi temuan pertama dalam penyaluran bantuan pangan tahun 2026 di wilayahnya.

Menurut Erwin, sebagian warga baru mengetahui adanya masalah setelah minyak goreng dibuka untuk digunakan memasak. Karena itu, kelurahan memilih mengumpulkan seluruh minyak goreng bantuan agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di tengah masyarakat.

Laporan serupa ternyata tidak hanya muncul di Tegalgede. Keluhan mengenai minyak goreng bantuan yang diduga berbau menyengat juga dilaporkan terjadi di Desa Gebyok serta di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Karanganyar mengaku telah menerima laporan terkait dugaan minyak goreng berbau solar dan minyak tanah tersebut. Pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan penyebab persoalan sekaligus langkah penanganannya.

Kasus minyak goreng bantuan berbau menyengat ini menambah daftar keluhan distribusi bantuan pangan di sejumlah daerah. Warga berharap bantuan yang diterima benar-benar aman dan layak digunakan, mengingat program tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat.

Iwan Iswanda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *