Jaga Lingkungan Hidup, Yoel Muloko Rutin Bersihkan Lokasi Mata Air Fontein

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Di tengah meningkatnya tantangan pelestarian sumber daya air, Yoel Agustinus Muloko, Ketua Ketua RT 025/ RW 009 Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Ia secara sukarela menjaga kebersihan Mata Air Fontein, salah satu sumber air bersejarah peninggalan era Belanda, tanpa menerima imbalan atau gaji.

Ia rutin bekerja secara mandiri untuk membersihkan mata air Fontein yang merupakan mata air utama di wilayahnya tersebut, bekerja tanpa pamrih dan dibayar, ia rela menyisihkan waktu dan tenaga serta materi dari kantong pribadinya demi menjaga kelestarian mata air ini.

Bacaan Lainnya

Ditamui saat membersihkan mata air ini, Kamis (25/6/2026)Yoel yang seorang pensiunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini dengan peralatan sederhana, ia menyapu, mengumpulkan sampah plastik, dan memastikan lingkungan sekitar tetap terjaga agar sumber air tersebut tidak tercemar.

Menurutnya, menjaga mata air Fontein merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan sejarah sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Ia mengaku prihatin melihat masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Mata air ini sudah ada sejak zaman Belanda dan masih memberikan manfaat bagi masyarakat hingga sekarang. Saya hanya ingin tempat ini tetap bersih dan lestari,” ujarnya.

Yoel juga berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi menjaga kebersihan kawasan Mata Air Fontein, dengan membuang sampah plastik sabun atau shampo pada karung yang telah ia sediakan untuk nanti ia bersihkan, sehingga sumber air bersejarah tersebut tetap terawat dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Mata air Fontein dikenal sebagai salah satu sumber air bersejarah yang memiliki nilai penting bagi Kota Kupang. Selain menjadi sumber air, kawasan ini juga menjadi saksi perjalanan sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Aksi sukarela yang dilakukan Yoel Agustinus Muloko ini menjadi contoh dan mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai kepeduliannya menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus menunggu program besar atau dukungan dana, melainkan dapat dimulai dari kesadaran dan tindakan individu.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *