KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id – Jalan yang menghubungkan Desa Kaliboto dengan Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, kembali menjadi sorotan. Di tengah harapan masyarakat agar akses vital tersebut segera diperbaiki, kondisi jalan hingga kini masih dipenuhi lubang dan tambalan hasil swadaya warga. Pada saat yang sama, proses pengadaan sejumlah proyek jalan di Kabupaten Karanganyar juga menjadi perhatian publik setelah muncul lima sanggah banding dalam proses tender.
Pantauan Kabar Terkini News di lapangan menunjukkan kerusakan jalan terjadi di sejumlah titik. Permukaan jalan tampak bergelombang, berlubang, dan sebagian telah ditambal menggunakan semen oleh warga agar lebih aman dilalui kendaraan.
Salah seorang warga Desa Kaliboto, Sugiyati, mengaku kondisi jalan tersebut sudah rusak selama bertahun-tahun. Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
“Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Akhirnya warga berinisiatif menambal sendiri supaya tidak semakin membahayakan orang yang lewat,” ujar Sugiyati kepada Kabar Terkini News.
Ia berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada tambalan swadaya yang sifatnya hanya sementara.
Keluhan mengenai kondisi Jalan Kaliboto–Pojok sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Warga mempertanyakan kapan pembangunan jalan yang telah lama dinantikan benar-benar direalisasikan.
Dokumen Tender Muncul, Warga Masih Menunggu
Di sisi lain, Kabar Terkini News memperoleh dokumen proses pengadaan yang menunjukkan adanya paket pekerjaan Penanganan Long Segment (Pemeliharaan Berkala, Peningkatan/Rekonstruksi) Ruas Jalan Bendungan–Jenggrik (DAK) dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp5.836.953.544,33.
Dokumen tersebut juga memperlihatkan bahwa proses lelang diwarnai sanggahan dari salah satu peserta terhadap hasil evaluasi yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan.
Namun hingga berita ini diturunkan, Kabar Terkini News belum dapat memastikan apakah ruas Jalan Kaliboto–Pojok yang dikeluhkan warga merupakan bagian dari paket pekerjaan Ruas Bendungan–Jenggrik atau berada pada ruas administrasi yang berbeda. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Karanganyar.
Lima Sanggah Banding Jadi Perhatian
Sorotan terhadap proses pengadaan proyek jalan di Kabupaten Karanganyar semakin menguat setelah Forum Masyarakat Peduli Karanganyar (FMPK) mengungkapkan telah menerima dokumen sanggah banding dari sejumlah rekanan terhadap lima paket proyek pekerjaan jalan di Kabupaten Karanganyar.
Koordinator FMPK, Andrianto, mengatakan pihaknya mendorong agar seluruh proses pengadaan tetap mengedepankan prinsip efisiensi, transparansi, dan kepastian hukum sesuai semangat pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Semangat pengadaan barang dan jasa itu harus tepat waktu dan efisien. Jadi, kalau ada penawar dengan harga terendah dan seluruh persyaratannya sudah terpenuhi, sebaiknya tidak perlu dipersulit,” kata Andrianto.
Menurutnya, mekanisme sanggah banding merupakan hak peserta tender yang dijamin dalam aturan pengadaan. Karena itu, setiap keberatan yang diajukan perlu ditindaklanjuti secara profesional dan objektif agar tidak menimbulkan keraguan publik terhadap proses pengadaan.
Yang Ditunggu Masyarakat Adalah Pekerjaan Dimulai
Bagi warga Kaliboto dan Pojok, persoalan utama bukanlah siapa yang memenangkan tender atau bagaimana proses administrasinya berlangsung. Yang mereka harapkan adalah jalan segera diperbaiki agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Selama ini, warga harus menghadapi jalan berlubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Bahkan, sebagian masyarakat memilih bergotong royong membeli semen dan material untuk menutup lubang-lubang yang dianggap paling berbahaya.
Kondisi tersebut menjadi ironi ketika di sisi lain proses pengadaan proyek jalan masih bergulir melalui tahapan administrasi, sementara masyarakat tetap harus melintasi jalan yang rusak setiap hari.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu jawaban atas pertanyaan sederhana yang terus mereka sampaikan, kapan jalan yang setiap hari mereka lalui benar-benar diperbaiki? ( Her . KTN)








