Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Kondisi ban kendaraan menjadi salah satu faktor penting keselamatan saat berkendara. Ban yang sudah aus atau botak dapat mengurangi daya cengkeram ke permukaan jalan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, baik pada sepeda motor maupun mobil.
Ban botak merupakan kondisi ketika alur atau tapak ban sudah menipis hingga hampir hilang. Padahal, tapak ban berfungsi memberikan traksi agar kendaraan tetap stabil saat melaju, berbelok, maupun mengerem.
Selain itu, pola tapak ban juga berperan mengalirkan air saat melintasi jalan basah. Jika alur ban sudah habis, risiko kendaraan tergelincir atau mengalami aquaplaning akan semakin besar.
Karena itu, pengendara tidak boleh hanya menunggu ban benar-benar botak untuk menggantinya. Ada beberapa tanda yang menunjukkan ban motor sudah harus diganti.
Mengutip dari berbagai sumber, ban motor umumnya memiliki masa pakai sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer, tergantung pola penggunaan dan kondisi jalan. Namun, jarak tempuh bukan satu-satunya acuan.
Berikut ini tanda -tanda utama yang menunjukkan ban motor harus segera diganti.
- Tapak Ban Sudah Menipis
Indikator paling mudah dilihat adalah kondisi tapak ban. Jika alurnya mulai tipis, kemampuan ban mencengkeram jalan akan menurun sehingga motor menjadi kurang stabil dan pengereman tidak lagi optimal. Pengendara dapat memeriksa Tread Wear Indicator (TWI) atau tonjolan kecil di sela alur ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan TWI, berarti ban harus segera diganti. - Muncul Retakan atau Benjolan
Retakan halus maupun benjolan pada ban tidak boleh diabaikan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat usia ban, benturan keras, atau penggunaan di medan yang berat.
Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko ban pecah saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau ketika bermanuver. - Usia Ban Lebih dari Lima Tahun
Meski jarang digunakan, ban tetap memiliki masa kedaluwarsa. Planet Ban menyarankan ban yang telah berusia lebih dari lima tahun sebaiknya diganti, meskipun tapaknya masih terlihat tebal. Seiring bertambahnya usia, material ban akan kehilangan elastisitas sehingga menjadi keras, kering, dan mudah retak. Kondisi ini membuat ban tidak lagi bekerja secara optimal, terutama saat melewati jalan licin. - Mengalami Kerusakan Berat
Ban yang beberapa kali ditambal atau mengalami sobekan besar sebaiknya tidak lagi digunakan. Kerusakan pada struktur ban dapat mengurangi kekuatannya dan berisiko menyebabkan ban pecah di tengah perjalanan.
Demi menjaga keselamatan, pengendara diimbau rutin memeriksa kondisi ban sebelum berkendara. Pastikan tapak ban masih memadai, tekanan angin sesuai rekomendasi, serta tidak terdapat retak, benjolan, atau kerusakan lainnya.
Jika ban sudah aus, rusak, atau tidak lagi layak pakai, segera lakukan penggantian. Mengganti ban tepat waktu merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga daya cengkeram kendaraan, meningkatkan stabilitas saat berkendara, dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
KabarTerkiniNews.co.id








