KLATEN Kabarterkininews.co.id— Krisis air bersih masih dirasakan warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, warga bahkan harus mencari air ke sungai yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.
Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga. Sebanyak 10 tangki air bersih dengan total kapasitas 70 ribu liter disalurkan kepada masyarakat Desa Tegalmulyo, Rabu siang.
Bantuan tersebut disalurkan komunitas pemuda sosial yang tergabung dalam Gerakan Muda Bersinar (GMB) bersama Madani Kreatif Klaten.
Warga tampak antre membawa berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih. Air yang disalurkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan ternak.
Ketua penyelenggara bakti sosial, Dian Mardastya, mengatakan kegiatan droping air dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.
Menurutnya, kondisi kekeringan cukup berdampak terhadap kehidupan warga Tegalmulyo. Selama ini, sebagian warga harus mengambil air dari sungai yang lokasinya cukup jauh dari rumah.
“Dengan adanya droping air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang saat ini mengalami krisis air bersih,” ujarnya.
Sudah Dua Bulan Mengalami Krisis Air
Sejumlah warga mengaku kondisi kekurangan air bersih telah mereka rasakan selama sekitar dua bulan terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mencari sumber air di sungai. Sebagian lainnya memilih membeli air bersih, namun biaya yang harus dikeluarkan cukup memberatkan.
Bantuan 70 ribu liter air tersebut setidaknya memberikan kelonggaran bagi warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam beberapa waktu.
Salah seorang warga, Jumini, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan.
Warga berharap bantuan serupa dapat terus disalurkan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kemalang Jadi Salah Satu Wilayah Terdampak Kekeringan
Krisis air bersih di Tegalmulyo bukan persoalan baru setiap musim kemarau. Desa ini merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Kemalang yang terdampak kekeringan.
Data BPBD Klaten menunjukkan empat desa di Kecamatan Kemalang, yakni Tegalmulyo, Tlogowatu, Kendalsari dan Sidorejo, termasuk wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Penyaluran air oleh pemerintah telah dilakukan sejak Juni 2026.
Hingga akhir Agustus, krisis air di Klaten bahkan telah meluas ke delapan desa di lima kecamatan. BPBD Klaten mencatat 4.198 kepala keluarga atau sekitar 14.155 jiwa terdampak, dengan penyaluran mencapai 673 tangki atau sekitar 3,365 juta liter air bersih.
Pemerintah Kabupaten Klaten juga masih melakukan distribusi air secara rutin. Pada awal September, Pemkab Klaten menyebut sekitar 15 tangki air bersih didistribusikan setiap hari ke wilayah atas, terutama empat desa di Kecamatan Kemalang.
Bagi warga Tegalmulyo, distribusi air bersih menjadi kebutuhan mendesak. Mereka berharap bantuan tidak hanya datang ketika krisis sudah parah, tetapi dapat terus dilakukan hingga sumber air kembali tersedia.
Prabowo Aji -KLaten





