Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Event lari yang sudah terdaftar di kalender internasional, Sleman Temple Run (STR) akan kembali digelar untuk ke-11 kalinya. Tak hanya sekadar kompetisi lari, STR juga memadukan sport tourism dan budaya lokal di kawasan perbukitan Prambanan.
Sleman Temple Run edisi tahun ini akan digelar pada 23 Agustus 2026. Start dan finish berada di kompleks Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Ada tiga kategori yang dilombakan, 7 Km, 15 Km, dan 30 Km. Masing-masing kategori terbagi dalam peserta putra dan putri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan STR menjadi salah satu bentuk promosi pariwisata melalui event lari. Selain menghadirkan pengalaman berkesan bagi wisatawan, STR juga diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Promosi destinasi wisata melalui event lari merupakan salah satu strategi utama kami. Kegiatan semacam ini tidak hanya mendongkrak aktivitas ekonomi lokal, tetapi juga memberikan kenangan dan pengalaman yang mendalam bagi setiap wisatawan yang hadir,” kata Abu Bakar, Jumat (7/8/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Edy Winarya menargetkan lebih dari seribu pelari ambil bagian dalam STR. Tak hanya pelari nasional, tapi juga runners dari berbagai negara dunia.
Edy menambahkan, STR menjadi satu-satunya event lari terunik di dunia yang mengambil rute melintasi candi. Mulai dari Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri dan Candi Ijo. “Selain candi, pelari juga melewati destinasi wisata seperti Tebing Breksi, Spot Riyadi, serta Arca Gupala,” ujarnya.
Sleman Temple Run 2026 sudah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia. Selain itu, STR juga sudah terdaftar di International Trail Running Association (ITRA).
Mengusung konsep Running Around Temples, STR adalah sebuah event lari lintas alam dari candi ke candi. Event ini hanya dimiliki oleh Kabupaten Sleman, dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati sejumlah candi peninggalan Hindu-Budha abad ke IX Masehi.
Di sepanjang rute, pelari akan disuguhi pemandangan yang indah melewati candi dan destinasi wisata. Para runners juga akan disambut dan dihibur oleh atraksi kesenian budaya masyarakat setempat.
Andri Tiyo.







