Perkuat Kolaborasi Masa Depan Berkelanjutan, FTSP UII Resmi Bertransformasi Jadi FTDI

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi bertransformasi menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI). Transformasi ini membuka babak baru pengembangan pendidikan teknik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kelanjutan.

Mengusung tema “Engineer the Future, Sustain the World”, transformasi tersebut tidak hanya sekedar perubahan nama atau identitas kelembagaan. Kehadiran FTDI mencerminkan komitmen UII untuk mengembangkan pendidikan yang mampu merespon perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan kompleksitas tantangan pembangunan.

Bacaan Lainnya

FTDI hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kekuatan teknik, kreativitas desain, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. FTDI UII menaungi tiga program studi, Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan.

Ketiganya memiliki kekuatan keilmuan masing-masing, sekaligus keterkaitan yang erat dalam membangun infrastruktur, merancang ruang kehidupan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. Melalui ekosistem FTDI, kolaborasi antar disiplin ilmu akan terus diperkuat tanpa menghilangkan identitas kekhasan setiap program studi.

Perubahan iklim, urbanisasi, transformasi digital, kecerdasan buatan, transisi energi, konstruksi digital, dan kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh telah mengubah tuntutan terhadap pendidikan tinggi. Lulusan masa depan tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga perlu mampu berpikir kreatif, bekerja lintas disiplin, memahami kebutuhan manusia, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Oleh karena itu FTDI diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia profesional, tetapi juga mampu menciptakan perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam kerangka FTDI, teknik menjadi fondasi keilmuan untuk memahami persoalan secara sistematis serta menghasilkan solusi yang kuat, aman, dan dapat diterapkan.

Desain menjadi proses yang menghubungkan fungsi, ruang, kreativitas, lingkungan, budaya, dan kebutuhan manusia. Sementara itu, inovasi menjadi kekuatan yang mengubah ilmu dan gagasan menjadi solusi baru yang relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.

Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Waqaf UII, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., memandang transformasi FTSP menjadi FTDI sebagai bagian dari amanah pendidikan UII untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat dan peradaban. Keunggulan akademik diharapkan berjalan beriringan dengan akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

“FTDI diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi insan akademik yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, dan peka terhadap persoalan masyarakat. Teknik, desain, dan inovasi harus berjalan bersama untuk melahirkan ikhtiar yang membawa kemaslahatan, memperkuat peradaban, dan menjaga keberlanjutan bumi,” kata dia, Rabu (12/8/2026).

Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pembentukan identitas FTDI merupakan langkah strategis UII dalam merespons perubahan lanskap pendidikan dan profesi. Transformasi ini diharapkan memperkuat pendidikan lintas disiplin, pengembangan teknologi, kolaborasi dengan dunia industri, serta relevansi lulusan dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

“Perubahan nama ini menegaskan cara pandang yang lebih integratif. Kompetensi teknik tetap menjadi fondasi, kemudian diperkaya dengan kemampuan desain, pemanfaatan teknologi, dan keberanian berinovasi. Melalui ekosistem tersebut, FTDI diharapkan melahirkan lulusan dan karya yang relevan secara global, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” ujar rektor.

Dekan FTDI UII, Ir. Miftahul Fauziah, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa FTDI dibangun di atas fondasi, pengalaman, dan rekam jejak FTSP yang telah berkembang selama ini. Identitas baru tersebut tidak menghilangkan perjalanan sebelumnya, tetapi memperluas ruang kolaborasi dan memperkuat relevansi fakultas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, profesi, dan kebutuhan masyarakat.

“FTDI bukan meninggalkan perjalanan FTSP, melainkan melanjutkan dan memperkuatnya. Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan tetap berkembang dengan identitas keilmuannya masing-masing, sekaligus semakin terhubung untuk menjawab persoalan infrastruktur, ruang, kota, dan lingkungan secara lebih utuh. Inilah semangat Engineer the Future, Sustain the World,” terangnya.

Dengan diluncurkannya FTDI UII, seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra industri, pemerintah, komunitas profesional, dan masyarakat diajak untuk bersama-sama menjadi bagian dari perjalanan baru ini. FTDI diharapkan menjadi rumah bagi para inovator yang mampu menghubungkan teknologi, kreativitas, desain, dan nilai-nilai Islam untuk menghadirkan solusi masa depan yang berkelanjutan.

Andri Tiyo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *