Pamsimas Tak Keluar Air, Puluhan Siswa SDN Burikan Terpaksa Bawa Air Bersih dari Rumah

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Siswa SDN 1 Burikan, Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten setiap hari terpaksa membawa air ke sekolah. Air itu digunakan untuk mengisi bak toilet sekolah yang mengalami krisis air di puncak musim kemarau.

Deretan galon air bekas dan ember tukang masih tampak berjajar di teras sekolah, Sabtu (15/08) siang. Dengan galon air bekas dan ember itulah siswa SDN yang terletak di tepi jalan terluar Kabupaten Klaten itu setiap hari bergilir membawa air.

Bacaan Lainnya

Air dari rumah dibawa siswa ke sekolah untuk mengisi bak toilet dan untuk mencuci tangan. Kekeringan yang semakin panjang membuat pasokan air dari program Pamsimas di sekolah itu macet.

SDN Burikan merupakan sekolah negeri paling ujung tenggara Klaten. Lokasinya di bawah perbukitan kapur di perbatasan dengan wilayah Tancep, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Kepala sekolah SDN 1 Burikan, Wardiyana menjelaskan siswanya mulai sepekan ini selain membawa buku juga membawa air dari rumah. Air itu digunakan siswa untuk toilet dan cuci tangan.

“Ada yang satu ember, satu galon. Air itu digunakan anak – anak untuk ke kamar mandi agar tidak bau atau untuk cuci tangan,” kata Wardiyana pada wartawan di kantornya, Sabtu (15/08) siang.

Wardiyana menjelaskan krisis air di sekolahnya disebabkan pasokan air dari program Pamsimas macet. Kondisi itu baru terjadi tahun ini.

“Baru tahun ini, tahun kemarin belum. Tahun ini karena debit berkurang, kalau tahun lalu pagi lancar dan siang baru berkurang,” ungkap Wardiyana.

Kebutuhan air di sekolahnya, kata Wardiyana cukup besar karena jumlah siswanya 85 orang. Dari semua siswa, yang diminta membawa air hanya yang dekat sekolah.

” Ya giliran, yang dekat saja karena yang jauh kasihan. Air didapat dari pengairan lain, misalnya air dari pengairan sawah,” lanjut Wardiyana.

Alifa (10) siswa kelas V mengatakan setiap hari membawa air dari rumah. Air digunakan untuk mengisi bak toilet dan cuci tangan. “Ya untuk isi toilet karena tidak ada air. Sudah seminggu ini, ya berat tapi gimana lagi,” katanya

Terpisah Kepala Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Suroto menyatakan selama ini ada program Pamsimas untuk air bersih di desanya. Pemdes sudah menghubungi sekolah.

“Kita konfirmasi ke sekolah sudah satu Minggu kekurangan air. Mau kita kirim air tapi tidak ada bak penampungan, kalau ke bak Pamsimas terlalu tinggi, satu satunya ya kita carikan bak penampungan sementara,” terang Suroto

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *