Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Kondisi gedung UPTD SMP Negeri 14 Kota Kupang yang telah digunakan sejak 2007 kini semakin memprihatinkan. Di tengah keterbatasan fasilitas, sebanyak 831 siswa harus mengikuti proses pembelajaran dengan ruang belajar yang belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah.
Keterbatasan tersebut bahkan membuat sejumlah ruangan yang semestinya digunakan untuk fungsi khusus dialihkan menjadi ruang kelas. Salah satunya adalah Laboratorium IPA yang kini turut dimanfaatkan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Kepala UPTD SMP Negeri 14 Kota Kupang, Merpati Oematan, S.Pd., mengatakan persoalan keterbatasan ruangan sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah.
“Kami memanfaatkan ruang Lab IPA dan ruang lainnya menjadi ruang kelas,” kata Merpati kepada wartawan di Kupang, Senin (28/9/2026)
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari jumlah siswa yang terus bertambah, sementara kapasitas bangunan sekolah belum mampu mengimbangi kebutuhan. Saat ini, sekolah memperkirakan membutuhkan sekitar 30 rombongan belajar agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih ideal.
Keterbatasan fasilitas juga terjadi pada sejumlah ruang pendukung. Ruang UKS, Bimbingan Konseling (BK), dan Kesiswaan belum memiliki ruangan khusus yang memadai. Ketiganya masih menempati bekas ruang kelas yang kemudian disekat menjadi beberapa bagian.
Di sisi lain, kondisi fisik bangunan lama menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian. Gedung sekolah yang dibangun sejak 2007 tersebut dinilai sudah dalam kondisi memprihatinkan sehingga pihak sekolah mengusulkan revitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Awalnya, sekolah mengusulkan pembangunan empat ruangan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 miliar. Namun, setelah kondisi fisik bangunan dilihat secara langsung oleh Anggota DPR RI Komisi X, Anita Gah, usulan tersebut kemudian diperluas menjadi pembangunan gedung dua lantai.
“Proposal awal yang kami siapkan itu, kami butuh empat ruang dengan anggaran kurang lebih Rp2 miliar. Tetapi ketika Ibu Anita melihat langsung kondisi fisik gedung, bangunan yang ada itu sudah sangat memprihatinkan sehingga beliau menyarankan untuk mengubah proposalnya dengan permintaan revitalisasi gedung dibangun dua lantai,” ujar Merpati.
Berdasarkan usulan terbaru tersebut, SMP Negeri 14 Kota Kupang mengajukan pembangunan gedung dua lantai dengan total 14 ruangan.
Pembangunan itu tidak hanya ditujukan untuk menambah ruang kelas, tetapi juga memenuhi kebutuhan sejumlah fasilitas pendukung pendidikan. Ruang yang diusulkan meliputi ruang kelas, UKS, Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, ruang Kesiswaan, hingga ruang Kesenian.
“14 ruang termasuk di dalamnya itu ada permintaan untuk ruang kelas, ruang UKS, Lab IPA, Lab Komputer, ruang Kesiswaan, ruang Kesenian,” jelas Merpati.
Dengan perubahan usulan tersebut, kebutuhan anggaran pembangunan meningkat menjadi lebih dari Rp11 miliar.
Merpati menjelaskan, kebutuhan revitalisasi juga berkaitan dengan posisi sekolah yang berada di tengah kawasan permukiman masyarakat. Pertambahan penduduk diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya jumlah peserta didik di masa mendatang.
“Karena sekolah kami di tengah masyarakat, jadi akan semakin adanya pertambahan penduduk. Jadi proposal kedua yang kami masukkan itu 14 ruang,” ujarnya.
Saat ini, pihak sekolah masih menunggu tahapan selanjutnya dalam program revitalisasi tersebut. Proses administrasi masih berjalan dan sekolah menanti undangan untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek).
Dengan kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan dan keterbatasan ruang yang harus dihadapi ratusan siswa, revitalisasi gedung SMP Negeri 14 Kota Kupang menjadi kebutuhan penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan di tengah pertumbuhan jumlah peserta didik.
Sementara itu Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo via WhatsApp mengatakan saat ini SMP 14 Kota Kupang sudah diajukan untuk direvitalisasi dengan anggaran dari pusat tinggal menunggu keputusan, dan ia akan mengecek perkembangannya lewat Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho.
” Iya ini sedang diajukan revitalisasi dari pusat, nanti kita cek keputusan dari pusat bagaimana, Saya cek ke pak Okto Naitboho,” tulis Wali Kota Kupang.
Rudy





