Pertamina Tanam 1.075 Pohon di Bukit Mongkrang, Perkuat Konservasi Gunung Lawu
Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id – Upaya memulihkan dan menjaga kelestarian kawasan Gunung Lawu terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Sumarmo bersama Balai Tahura KGPAA Mangkunagoro I dan sejumlah pemangku kepentingan menanam 1.075 bibit pohon di kawasan Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah.
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari program konservasi keanekaragaman hayati sekaligus pemulihan ekosistem di kawasan konservasi Gunung Lawu.
Penanaman secara simbolis dilakukan pada Senin (21/9/2026), dengan 50 bibit pohon ditanam di sekitar kawasan mata air. Sementara 1.025 bibit lainnya akan ditanam secara bertahap pada musim penghujan di lahan seluas sekitar dua hektare.
Beragam jenis tanaman dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik kawasan dan manfaat ekologisnya. Di antaranya kayu manis (Cinnamomum), gagar (Schima wallichii), puspa, lo (Ficus racemosa), dan damar (Agathis dammara).
Jenis tanaman tersebut diharapkan dapat membantu konservasi tanah dan air, memulihkan kawasan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem di Bukit Mongkrang.
Upaya penghijauan ini juga menjadi perhatian penting karena kawasan tersebut sebelumnya pernah terdampak kebakaran hutan. Keberadaan vegetasi di kawasan konservasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Kegiatan penanaman melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X, Yayasan Insive, Pokdarwis Bukit Cemar, KTH Tambak Indah, dan KTH Green Lawu.
Plt. Balai Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Dhidhit Suryono, mengapresiasi dukungan Pertamina terhadap upaya konservasi di kawasan Gunung Lawu.
«“Balai Tahura KGPAA Mangkunagoro I telah bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga AFT Adi Sumarmo sejak tahun 2021. Dukungan ini sangat membantu kami dalam menjalankan tanggung jawab konservasi yang membutuhkan keterlibatan multistakeholder,” ujar Dhidhit.»
Menurut Dhidhit, sejak 2023 wilayah konservasi yang dikelola Balai Tahura KGPAA Mangkunagoro I mengalami perluasan. Luas kawasan yang sebelumnya 231,3 hektare bertambah menjadi 2.549,3 hektare, termasuk Bukit Mongkrang yang baru masuk dalam kawasan konservasi.
Sementara itu, Aviation Fuel Terminal Manager Adi Sumarmo PT Pertamina Patra Niaga, Dona Prisna Saputra, mengatakan pelestarian lingkungan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
«“AFT Adi Sumarmo berupaya terus menjalankan komitmen dalam menjaga kelestarian alam melalui berbagai program CSR/TJSL yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami percaya upaya konservasi akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika dilakukan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, pengelola kawasan, dan masyarakat,” kata Dona.»
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menambahkan penanaman pohon di Bukit Mongkrang menjadi salah satu bentuk kolaborasi Pertamina dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
«“Konservasi lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin memastikan program TJSL Pertamina tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem dan masyarakat di sekitar kawasan,” ujar Taufiq.»
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pertamina terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Selain melakukan penanaman pohon, Pertamina AFT Adi Sumarmo menyerahkan buku “Ragam Flora Multiguna Tahura Mangkunagoro I” kepada perwakilan stakeholder.
Buku tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan flora di kawasan Tahura sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati.
Melalui program konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, kawasan Bukit Mongkrang diharapkan semakin terjaga sebagai bagian dari ekosistem Gunung Lawu serta memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Taufik Irvani





