Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, Hari Ini

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami beberapa kejadian bencana yang meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Sragen, serta tanah longsor di Kabupaten Pekalongan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur bersama dinas pemadam kebakaran, perangkat desa, dan masyarakat telah melakukan pemadaman. Saat ini api telah padam dan masih dalam tahap pemantauan.

Bacaan Lainnya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana dan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam kurun waktu Selasa (6/10) hingga Rabu (7/10) pukul 07.00 WIB.

Kebakaran lahan berikutnya terjadi di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (6/10) pukul 23.00 WITA. Peristiwa tersebut berdampak pada lahan seluas 2 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi BPBD Kabupaten Minahasa dengan Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah kecamatan dan kelurahan, dengan dukungan personel Polsek Pineleng, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Saat ini api telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (6/10) pukul 12.00 WIB. Kebakaran berdampak pada lahan seluas 5 hektare yang terdiri atas 2 hektare lahan tebu dan 3 hektare lahan jati. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

TRC BPBD Kabupaten Sragen bersama Polri, aparatur kecamatan, perangkat desa, dan warga sekitar telah melakukan kaji cepat serta penanganan di lapangan. Proses penanganan sempat mengalami kendala karena akses jalan menuju lokasi sulit, curam, dan licin. Saat ini api telah padam.

Selain karhutla, tanah longsor terjadi di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (6/10) pukul 10.30 WIB. Longsor terjadi saat dua orang sedang melakukan aktivitas penggalian pondasi. Secara tiba-tiba, tanah dari sisi galian bergerak dan menimbun keduanya. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah pada musim kemarau, menghindari aktivitas penggalian di area dengan kemiringan tinggi saat kondisi tanah labil, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.

BPBD Kabupaten Pekalongan bersama masyarakat setempat telah melakukan kaji cepat, koordinasi lintas sektor, dan proses evakuasi. Kedua korban telah berhasil dievakuasi.

Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan serta tanah longsor. Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan peralatan pemadaman dan evakuasi dalam kondisi siap pakai.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *