Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – GPM (Gerakan Pangan Murah) menjadi salah satu upaya mendukung swasembada dan ketahanan pangan sekaligus mendorong stabilitas harga serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di arena Car Free Day (CFD) El Tari, Kota Kupang, Sabtu (17/10/2026), disambut antusias oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, bersama jajaran.
Joaz mengatakan, pelaksanaan GPM sejalan dengan upaya mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut juga selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT melalui konsep ladang ke pasar atau dari hulu hingga hilir, serta Dasa Cita ke-10, yakni “Ayo Bangun NTT”, yang menekankan pentingnya kolaborasi.
“Dalam rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia di NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya berkolaborasi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, dan Wakil Ketua TP PKK NTT, Ny. Vera Asadoma, melalui gerakan menanam tanaman hortikultura, seperti cabai, jahe, serai, dan kunyit,” ujar Joaz.
Ia menjelaskan, penanaman komoditas tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga, khususnya cabai yang menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di NTT.
Selain gerakan menanam tanaman hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT juga berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT melalui kegiatan penanaman pohon mangga.
Menurut Joaz, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan ketersediaan pangan secara mandiri. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam sayuran maupun tanaman produktif lainnya.
“Secara mandiri, kita harus menyiapkan pangan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk menanam sayuran atau tanaman produktif. Kemarin, kami juga membagikan benih sayuran ke sekolah-sekolah agar ada regenerasi di sektor pertanian,” jelasnya.
Joaz berharap, berbagai upaya tersebut dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian sehingga semakin banyak petani milenial yang mampu melanjutkan pembangunan sektor pertanian di NTT.
Ia menyoroti kondisi petani saat ini yang sebagian besar telah berusia di atas 50 tahun. Karena itu, menurutnya, diperlukan upaya untuk mengubah pandangan generasi muda terhadap profesi petani yang selama ini kerap dianggap identik dengan pekerjaan kotor dan berlumpur.
“Kalau ke depan kita tidak menginspirasi generasi muda, bisa saja suatu saat tidak ada lagi yang mau menjadi petani. Padahal, sektor pertanian sangat menjanjikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Joaz menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Ia menyebutkan, sektor pertanian memberikan kontribusi sekitar 29 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT.
Oleh karena itu, ia berharap sektor pertanian dapat terus dikembangkan dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan motivasi bagi generasi mendatang untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di arena CFD El Tari Kupang turut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias membeli berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, sayuran, serta beragam komoditas pangan lainnya.
Selain menyediakan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan senam Zumba, lomba fashion show anak-anak, serta pameran alat dan mesin pertanian, termasuk traktor, dan pameran aneka tanaman pangan.
Melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46 ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Rudy





