Sukoharjo, KabarTerkiniNews.co.id — Penyakit darah tinggi atau hipertensi kini tidak hanya menyerang warga lanjut usia. Anak muda dan remaja usia 15 tahun ke atas, termasuk pelajar SMP dan SMA, kini juga berisiko terkena hipertensi.
Hal tersebut terungkap dalam Forum Komunikasi Publik (FKP) yang digelar di Aula Puskesmas Bendosari, Sukoharjo, Selasa (20/10/2026).
Menyikapi hal ini, Puskesmas Bendosari meluncurkan program inovasi bernama OKE PASTI (Optimalisasi Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi). Program ini dibuat untuk memastikan para penderita hipertensi rutin minum obat dan menjaga kondisinya agar tidak parah.
Cegah Risiko Gagal Ginjal dan Cuci Darah
Kepala Puskesmas Bendosari, dr. Romdlon, menjelaskan bahwa hipertensi yang dibiarkan tanpa pengobatan sangat berbahaya. Salah satu dampaknya adalah merusak ginjal hingga pasien harus menjalani terapi cuci darah yang membutuhkan biaya sangat mahal.
“Hipertensi yang tidak terawat bisa memicu komplikasi berat seperti cuci darah. Biayanya sangat mahal dan membebani masyarakat maupun negara. Kunci utamanya adalah pencegahan dan disiplin minum obat,” jelas dr. Romdlon.
Melalui program OKE PASTI, pasien hipertensi didampingi secara rutin melalui pemeriksaan dokter, tes laboratorium, hingga konsultasi gizi dan kesehatan jiwa. Petugas Datangi Rumah Warga di Pelosok Desa
Mengingat lokasi Kecamatan Bendosari yang cukup luas dan berbatasan dengan kabupaten lain, banyak warga yang kesulitan berobat ke Puskesmas Induk. Untuk mengatasi masalah ini, Puskesmas Bendosari menjalankan sistem jemput bola.
Pemeriksaan di Desa : Warga bisa cek kesehatan rutin melalui Posyandu dan bantuan kader kesehatan desa.
Kartu Kontrol Obat : Kepatuhan minum obat warga dipantau sebulan sekali menggunakan kartu kontrol.
Kunjungan ke Rumah : Jika ada pasien yang alpa atau lupa berobat, Tim Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) akan langsung datang mengunjungi rumah pasien.
Ditemukan pada Pelajar : Hipertensi Remaja Tanpa Gejala
Selain ke warga, Puskesmas Bendosari juga rutin menggelar pemeriksaan (skrining) kesehatan langsung ke sekolah-sekolah SMP dan SMA. Hasilnya, petugas menemukan beberapa pelajar yang sudah mengidap tekanan darah tinggi.
Dokter Puskesmas Bendosari, dr. Najib Endra Mukti, menambahkan bahwa hipertensi pada usia remaja sebagian besar dipicu oleh faktor keturunan (genetik) dari orang tua.
“Hipertensi sekarang bukan cuma milik orang tua. Pada remaja, biasanya dipicu faktor keturunan. Uniknya, anak-anak ini sering tidak merasakan gejala atau keluhan sama sekali karena tubuhnya sudah terbiasa sejak kecil. Padahal saat dites, tensinya tinggi,” terang dr. Najib.
dr. Najib mengingatkan, jika kondisi ini dibiarkan hingga dewasa, tekanan darah bisa makin melonjak dan berisiko memicu serangan penyakit mendadak yang fatal.
“Lewat program OKE PASTI dan skrining rutin ke sekolah, kami ingin menemukan dan menangani kasus hipertensi sedini mungkin agar anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi berat di masa depan,” pungkas dr. Romdlon.
Tio




