Anggota DPRD Kota Kupang Serap Aspirasi Warga Soal Jalan, Penerangan, dan Fasilitas Posyandu

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id –  Untuk menyerap aspirasi masyarakat, anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, kembali menggelar reses. Kali ini, kegiatan berlangsung di RT 10/RW 03, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/10/2026) malam.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi mengemuka, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar, seperti peningkatan kualitas jalan lingkungan dan penambahan lampu penerangan jalan. Warga berharap kebutuhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Usai kegiatan reses, Dicky Fitsgerald Tallo, S.T mengatakan bahwa dirinya baru kali ini melaksanakan reses di RT 10 selama periode jabatannya. Ia mengaku cukup terkejut melihat kondisi akses jalan yang dinilai masih memprihatinkan dan belum tersentuh pembangunan.

“Dua titik reses ini memang selama periode ini saya belum pernah melakukan reses di RT 10. Saya sedikit kaget karena ternyata kebutuhan masyarakat di sini, khususnya akses jalan, sangat tinggi. Kondisinya memang belum tersentuh sama sekali dan sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan,” ujar Dicky.

Ia berharap melalui kegiatan reses tersebut, aspirasi masyarakat dapat didengar dan menjadi perhatian pemerintah sehingga usulan yang disampaikan bisa ditindaklanjuti melalui program pembangunan daerah.

Dicky juga menyebutkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) pembangunan di Kelurahan Manutapen. Menurutnya, wilayah tersebut cukup luas dan memiliki jumlah penduduk yang besar di Kecamatan Alak sehingga pemerataan pembangunan infrastruktur perlu terus diperhatikan.

“Masih banyak PR di Manutapen karena wilayahnya cukup luas, dengan jumlah penduduk tertinggi kedua di Kecamatan Alak. Warga berharap titik-titik atau spot yang belum tersentuh pembangunan bisa direalisasikan ke depan, terutama terkait infrastruktur,” jelasnya.

Meski demikian, Dicky mengapresiasi masyarakat yang turut menyampaikan perkembangan pembangunan di wilayah mereka. Sejumlah warga menilai sudah ada perubahan, khususnya pada pembangunan jalan di beberapa titik yang sebelumnya belum pernah dikerjakan selama bertahun-tahun.

Menurut warga, dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, sejumlah ruas jalan di Manutapen mulai mendapat penanganan. Warga berharap pembangunan tersebut dapat terus berlanjut agar seluruh wilayah yang membutuhkan bisa memperoleh perhatian secara merata.

Selain persoalan infrastruktur, Dicky juga menerima aspirasi dari kader posyandu yang mengeluhkan keterbatasan fasilitas penunjang di Posyandu Kamboja 8 terkait pelayanan kesehatan masyarakat. Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain timbangan, alat pengukur tekanan darah atau tensimeter, serta tempat yang memadai untuk melaksanakan kegiatan posyandu.

Dicky mengaku prihatin karena persoalan serupa juga ditemukan di sejumlah titik reses yang sebelumnya telah dikunjunginya. Menurut dia, keterbatasan fasilitas dan peralatan menjadi kendala bagi kader posyandu dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

“Secara pribadi, saya cukup prihatin karena di beberapa titik reses yang sudah pernah kami datangi, persoalannya sama. Fasilitas pendukung, baik gedung atau tempat bagi kader posyandu untuk beraktivitas maupun alat tensi dan timbangan, hampir semua posyandu mengalami kendala yang sama,” ungkapnya.

Ia berharap Dinas Kesehatan Kota Kupang dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut melalui penganggaran fasilitas dan peralatan kesehatan yang memadai.

Dicky menegaskan bahwa peran kader posyandu sangat penting karena mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat dari kelompok bayi hingga lanjut usia (lansia). Tugas mereka, kata dia, tidak hanya berlangsung saat kegiatan posyandu, tetapi juga mencakup pendataan dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.

“Tugas kader ini sangat berat karena mulai dari bayi sampai lansia mereka tangani. Mereka bekerja tidak hanya pada saat kegiatan posyandu, tetapi hampir setiap hari untuk melakukan pendataan. Persoalan kesehatan ini, posyandu adalah ujung tombak di masyarakat, berikutnya baru puskesmas dan rumah sakit,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Kupang memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan posyandu, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah warga turut menyampaikan apresiasi kepada Dicky Tallo yang dinilai aktif mendengarkan dan mengawal aspirasi masyarakat. Warga juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam mendorong pembangunan di wilayah Manutapen.

Melalui reses tersebut, warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penambahan lampu penerangan, hingga pemenuhan fasilitas posyandu, dapat menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah.

Reses menjadi salah satu sarana bagi anggota DPRD untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menghimpun usulan pembangunan yang dibutuhkan di tingkat lingkungan.

Roni salah seorang warga, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Dicky yang secara langsung bertemu dan mendengarkan kebutuhan masyarakat di lingkungan mereka.

“Terima kasih buat Pak Dicky Tallo karena sudah datang bertemu kami di sini. Kami berharap kebutuhan kami di RT 10 terkait jalan dan penerangan semoga bisa terealisasi seperti lokasi lain di Manutapen,” ujarnya.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *