Pekalongan, KabarTetkiniNews.co.id – Seorang pria warga Desa Gejlig, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan ditemukan tergeletak kaku di tepi jalan raya tanpa respons sedikit pun, pada Jumat (6/11/2026) dini hari.
Suasana mendadak gempar di kawasan jalan raya depan SMK Muhammadiyah Kajen,Kabupaten Pekalongan, memicu kepanikan warga dan pedagang yang menduga telah terjadi peristiwa mengerikan, Pria malang tersebut diketahui bernama Ulul Albab (32).
Kronologi menegangkan ini bermula pada Kamis (5/11/2026) malam sekira pukul 20.20 WIB. Korban awalnya terlihat memesan makanan di salah satu warung sate dekat lokasi.
Namun, baru saja pesanan diracik, pedagang dibuat terperanjat saat mendapati korban sudah tumbang tak sadarkan diri di samping lapak jualan. Demi menjaga situasi, warga sempat memindahkan tubuh korban ke area halte SMK Muhammadiyah Kajen.
Kengerian semakin memuncak ketika waktu menunjukkan pukul 03.50 WIB. Korban yang berulang kali coba dibangunkan sama sekali tidak bergeming, yang membuat bulu kuduk berdiri, posisinya mendadak telah berpindah dan tergeletak di seberang jalan depan halte. Khawatir nyawa korban melayang akibat tindak kejahatan misterius, warga sontak lari melapor ke Mapolres Pekalongan.
Hanya berselang lima menit sejak aduan masuk, aparat gabungan Polres Pekalongan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menggelar pemeriksaan kilat dan mengamankan korban.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, S.H., menegaskan bahwa insiden tersebut murni kejadian non-pidana dan korban tidak mengalami tindak kekerasan apa pun.
“Benar, piket Polres Pekalongan menerima laporan masyarakat sekira pukul 04.00 WIB terkait pria tergeletak di depan SMK Muhammadiyah Kajen. Anggota gabungan langsung tiba pukul 04.05 WIB untuk evakuasi dan pengamanan,” ungkap Iptu Suwarti, Jumat (6/11/2026).
Polisi akhirnya berhasil membongkar tabir di balik terkaparnya pria tersebut setelah menghubungi kedua orang tuanya. Terungkap, korban memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa sejak 2020 dan masih menjalani rawat jalan rutin.
Fakta mengejutkan terkuak dari rekam medis korban: ia baru saja menebus dan menenggak obat dari Poli Jiwa RSUD Kajen pada Kamis sore sebelum diam-diam kabur dari rumah tanpa izin.
Kepulangan korban disambut isak haru keluarga yang sempat panik mencarinya semalaman, sekaligus mengakhiri kepanikan warga sekitar yang sempat mengira jalanan mereka menjadi lokasi peristiwa berdarah.
Obat dengan dosis penenang tersebut bereaksi kuat, memicu rasa lemas luar biasa dan kantuk berat yang tak tertahankan hingga membuatnya ambruk tertidur pulas berjam-jam di pinggir jalan raya.
“Korban tergeletak murni akibat reaksi obat penenang dari Poli Jiwa usai berobat. Efek lemas dan kantuk ekstrem membuatnya tertidur pulas di jalanan. Setelah dipastikan kondisinya sehat tanpa luka, petugas piket langsung mengantarkan korban pulang ke rumah keluarganya di Desa Gejlig,” tegas Iptu Suwarti.
Kermit





