Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah, Hari Ini

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (6/11) pukul 14.14 WITA.

Penyebab peristiwa yang membakar sekitar 12 hektare lahan di Desa Korowou, Kecamatan Lembo, serta Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat ini masih dalam penyelidikan.

Bacaan Lainnya

Meski tidak ada korban jiwa, pemadaman masih berlangsung di Desa Sampalowo oleh personel Damkar, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat, sementara api di Desa Korowou telah berhasil dipadamkan pada hari itu juga.

Pemerintah daerah setempat telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 21 Januari 2027.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia pada Jumat (6/11) hingga Sabtu (7/11), pukul 07.00 WIB. Berikut peristiwa yang terjadi pada periode waktu tersebut.

Kejadian karhutla juga melanda perkebunan warga di Perbukitan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (6/11), pukul 13.00 WITA.

Api merambat cepat akibat kondisi lahan yang kering dan menghanguskan kurang lebih 10 hektar lahan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Damkar, Polisi Kehutanan, dan masyarakat telah berhasil melakukan pemadaman serta pendinginan sepenuhnya pada pukul 17.44 WITA tanpa adanya korban jiwa.

Sementara itu, bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang menerpa Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (6/11), pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini terdampak pada 19 KK di Kecamatan Cipedes dan Indihiang.

Kerusakan materiil mencakup 19 unit rumah warga pada bagian atap, satu fasilitas pendidikan di SMK Bina Lestari, satu tempat usaha kafe, serta satu titik jalan. Seluruh penanganan dan asesmen oleh BPBD Kota Tasikmalaya dilaporkan telah selesai dilakukan.

Di Provinsi Sumatera Barat, hujan deras yang disertai angin kencang sejak Jumat sore (6/11) menyebabkan meluapnya Sungai Batang Kamumuan, Sungai Batang Gasan, dan Sungai Batang Paingan.

Kondisi mutakhir menunjukkan hujan telah reda, banjir surut, arus lalu lintas kembali normal, dan masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur.

Luapan sungai memicu banjir yang merendam sekitar 81 unit rumah warga, dua fasilitas ibadah, 20 hektare lahan pertanian, serta sempat mengganggu akses jalan Provinsi Padang – Pasaman Barat di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Meskipun tidak ada warga yang mengungsi, kebutuhan mendesak seperti terpal, selimut, kasur, kit kebersihan, kit keluarga, dan sembako sangat dibutuhkan.

bnpb.go.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *