A-PPI Magelang Raya Bakal Gelar Pameran Batik Tulis, Batik Lukis dan Simbut 2026

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – A-PPI Magelang Raya bakal menggelar pameran hasil karya kaum ibu dan seniman Magelang. Acara tersebut bertajuk “Pameran Batik Tulis, Batik Lukis dan Simbut 2026”, dengan menggandeng warga lokal dan Gasebo (Gabungan Seniman Borobudur), pada bulan November 2026 ini.

Para wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Magelang Raya ternyata tak hanya sibuk mencari berita. Hal itu terbukti mereka masih bisa melakukan banyak hal positif dan edukatif.

Bacaan Lainnya

Ketua A-PPI Magelang Raya, Agung Libas, mengatakan lokasi pameran dipilih di Sekretariat A-PPI di Dusun Trisip, Desa Tampirwetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

“Kalau durasi pameran kita sepakati selama 14 hari, namun untuk hari pembukaan masih dalam pembahasan, karena terkait beberapa hal. Insya Allah, dalam waktu dekat kami publikasikan,” ujarnya di Sekretariat, Sabtu (07/11/2026).

Agung menambahkan, acara ini merupakan bagian dari program kerja A-PPI Magelang Raya dalam hal edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam hal ini adalah edukasi kerajinan batik.

“Karena tidak semua anggota A-PPI ini memiliki kemampuan membatik, kami menggandeng seniman batik dan pelukis dari Gasebo. Alhamdulillah, ada keinginan yang sama untuk edukasi batik ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris A-PPI Magelang Raya, Narwan, menambahkan keterangan bahwa pameran ini sengaja memamerkan karya hasil pelatihan batik di Sekretariat A-PPI. Baik batik tulis, batik lukis maupun Simbut menggunakan pewarna alami.

“Ini menarik bagi kami dan peserta pelatihan. Bahan-bahan murah dan mudah didapat. Untuk hasilnya, silakan nanti dibuktikan pada pameran,” katanya.

Narwan menginformasikan bahwa selain batik, juga dipamerkan produk UMKM warga sekitar. Tujuannya, menurut Narwan, sama-sama untuk mempromosikan produk lokal.

“Bahkan nantinya selama pameran, kami akan mengundang anak-anak SD/MI untuk belajar membatik di sini. Melihat langsung sebuah pameran sekaligus menimba ilmu di sini,” ungkapnya.

Agus berharap pelatihan dan pameran batik ini nantinya berlanjut. Tidak hanya kaum ibu, Agus berharap anak-anak dan generasi muda semakin banyak yang memiliki keterampilan membatik.

“Kami siap memberikan pelatihan di sini. Mau belajar batik tulis, batik lukis silakan. A-PPI dan Gasebo itu anggotanya bukan orang yang pelit ilmu,” pungkas Agus.

Seniman Gasebo yang memberikan pelatihan batik, Yustinus Agus Daryanto mengapresiasi para peserta pelatihan yang tekun hingga menyerap ilmu dengan cepat. Para peserta yang didominasi kaum ibu ini bahkan sudah membuat ciri khas batik “tuk gong” yang dijadikan ikon batik lokal Tampirwetan.

“Saya juga mengapresiasi dedikasi Pak Edy Gores yang turut menularkan ilmu membatik kepada peserta. Ternyata selai’ wartawan, Pak Edy ini juga seniman batik,” ucapnya.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *