KABAR KARANGANYAR – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Karanganyar berlangsung meriah. Beragam atraksi keterampilan anggota Pramuka ditampilkan, mulai dari aksi meluncur menggunakan tali dari gardu pandang hingga pertunjukan pencak silat.
Aksi meluncur dari ketinggian menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian kegiatan. Peserta Pramuka memperagakan keterampilan meluncur menggunakan tali dari gardu pandang sebagai bagian dari keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan bersama Lanud Adi Soemarmo.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, kedisiplinan, ketangkasan serta kemampuan peserta dalam menghadapi tantangan.
Selain aksi keterampilan di ketinggian, peserta Pramuka juga menampilkan aksi pencak silat. Berbagai atraksi tersebut menggambarkan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan baris-berbaris, tetapi juga membentuk mental, keterampilan dan karakter generasi muda.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Rabu (26/8/2026).
Bupati Karanganyar selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Menurut Rober, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka dapat menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Pramuka sangat efektif dalam membentuk karakter anak-anak kita, terutama kedisiplinan dan kepemimpinan. Mereka inilah yang nantinya kita siapkan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia tahun 2045,” ujarnya.
Pemkab Karanganyar, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan kegiatan kepramukaan di lingkungan pendidikan. Dukungan diberikan melalui fasilitas, pengembangan kegiatan serta apresiasi terhadap anggota Pramuka yang mampu menorehkan prestasi.
Termasuk kepada kontingen Pramuka Karanganyar yang baru saja mengikuti Jambore Nasional di Cibubur.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan memasuki usia ke-65 tahun, Gerakan Pramuka dituntut semakin adaptif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Salah satu bentuk kontribusi tersebut, menurut Kurniadi, adalah mendukung program swasembada pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Pramuka yang sekarang sudah berusia 65 tahun harus bisa mendukung program pemerintah, salah satunya swasembada pangan. Karena itu kapasitas seluruh jajaran Kwarcab perlu terus ditingkatkan,” kata Kurniadi.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karanganyar juga memberikan penghargaan kepada anggota Pramuka yang berprestasi.
Kurniadi menambahkan, Kwarcab Karanganyar sebelumnya mengirimkan 38 orang dalam Jambore Nasional di Cibubur, terdiri atas 32 peserta dan enam pendamping. Seluruh kontingen telah kembali ke Karanganyar dalam kondisi selamat.
Ia menjelaskan, Jambore Nasional bukan merupakan ajang perlombaan atau kompetisi untuk mengejar prestasi. Evaluasi dan kompetisi bagi anggota Pramuka Karanganyar akan dilakukan melalui agenda kegiatan berikutnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan penguatan pendidikan karakter, Gerakan Pramuka di Karanganyar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi ruang pembentukan mental, kedisiplinan, kemandirian, keterampilan dan kepemimpinan generasi muda.
Dari kegiatan Pramuka tersebut, generasi muda Karanganyar diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter dan mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Her / KTN





