Atap Ruang Kelas SDN 1 Girilayu Karanganyar Ambruk, Kegiatan Karawitan Dihentikan Sementara

Foto : Atap salah satu ruang kelas di SDN 1 Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, ambruk pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. K Prasetyo

Video : Kanisius Prasetyo

KARANGANYAR, kabarterkininews.co.id – Atap salah satu ruang kelas di SD Negeri 1 Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, ambruk pada Selasa pagi (5/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini diduga disebabkan kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak lagi kuat menahan beban. Ruangan yang roboh diketahui merupakan ruang ekstrakurikuler dengan ukuran sekitar 8 meter x 6 meter dan tinggi 4 meter, menggunakan rangka kayu dan atap genting.

Penjaga sekolah, Danang, menuturkan saat kejadian dirinya sedang membersihkan lingkungan sekolah. Tiba-tiba ia mendengar suara keras seperti bangunan roboh.

“Saya langsung cek ke lokasi, ternyata atap ruangan sudah ambruk. Saya segera mengamankan area dan mengevakuasi siswa yang berada di sekitar,” ujarnya.

Setelah kejadian, pihak sekolah langsung memasang pembatas serta memberikan peringatan agar siswa tidak mendekati lokasi yang berbahaya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar bersama kepolisian dan relawan segera datang ke lokasi untuk melakukan pendataan dan kaji cepat. Selain itu, petugas juga memberikan arahan pengamanan guna mencegah risiko lanjutan.

Pihak sekolah menduga penyebab ambruknya atap karena kondisi bangunan yang sudah tua. Sebelumnya, juga telah ditemukan retakan pada dinding ruang kelas tersebut.

Akibat kejadian ini, ruang yang biasa digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler karawitan tidak dapat difungsikan. Kegiatan pun terpaksa dihentikan sementara karena belum tersedia ruang pengganti.

Kepala SDN 1 Girilayu, Warsito, berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.

“Kami berharap ada bantuan rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi lokasi dinyatakan aman dan terkendali. Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses penghitungan oleh tim terkait.

Kanisius Prasetyo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *