Bank Sampah Milik SD Inpres Oeba 2 Libatkan Orang Tua dan Siswa

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Bank Sampah Sekolah yang diberi nama Bank Sampah O2 BISA, singkatan dari Bersih, Indah, Sehat, Asri, resmi diluncurkan UTPD SD Inpres Oeba 2 pada Sabtu (10/10/2026).

Peluncuran ini menjadi tonggak baru gerakan peduli lingkungan di sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, dengan melibatkan siswa, orang tua, dan seluruh komponen masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri orang tua dari 282 siswa yang sekaligus terdaftar sebagai nasabah Bank Sampah O2 BISA. Hadir pula tamu undangan dari unsur pemerintah, yakni Camat Kota Lama, Sekretaris Camat Kota Lama, Lurah Fatubesi, Ketua LPM, Bhabinkamtibmas, serta pengurus Komite Sekolah dan dewan guru UPTD SD Inpres Oeba 2.

Peluncuran ini juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan mitra strategis, di antaranya PT Pegadaian Cabang Kupang (Kelurahan Solor), PT Danone Indonesia, Wifikukupang, PT Masmedia Buana Pustaka, PT Tisera Distribusindo Kupang, serta Founder Bank Sampah Mutiara Timor Kupang.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oeba 2, Reynaldo, S.Pd., Gr., menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra dan orang tua siswa atas dukungan yang diberikan sehingga program ini dapat terwujud.

Ia menegaskan bahwa Bank Sampah O2 BISA tidak dibentuk untuk mencari keuntungan. Sasaran utamanya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Bank sampah ini tidak kami hadirkan untuk mencari keuntungan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kami berharap kesadaran itu tumbuh sejak dini dalam diri anak-anak kita, kemudian meluas kepada orang tua dan seluruh komponen masyarakat, sehingga kita semua memiliki sikap dan kepedulian yang sama,” ujar Reynaldo.

Menurutnya, sekolah adalah ruang yang tepat untuk menanamkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan anak di sekolah diharapkan terbawa ke rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Salah satu keunggulan Bank Sampah O2 BISA adalah pengelolaannya yang menggunakan sistem tabungan berbasis digital melalui aplikasi web bernama Aplikasi Bank Sampah BISA. Melalui aplikasi ini, setiap nasabah dapat memantau langsung hasil penimbangan sampah, saldo tabungan, dan seluruh perkembangan transaksinya.

Melalui aplikasi ini, setiap nasabah dapat memantau secara langsung hasil penimbangan dan perkembangan tabungannya. Inilah wujud transparansi pengelolaan kami, agar orang tua dan siswa yakin bahwa setiap sampah yang mereka setorkan tercatat dengan baik dan akuntabel,” jelasnya.

Reynaldo memaparkan, Bank Sampah O2 BISA menyediakan tiga jenis tabungan yang dapat dipilih nasabah, yaitu: Tabungan Reguler, yang dapat ditarik kapan saja dengan penarikan minimal Rp25.000; Tabungan Semester, yang dapat dicairkan setiap akhir semester; dan Tabungan Satu Tahun, yang dapat dicairkan setelah periode satu tahun.

Pilihan tersebut memberi keleluasaan bagi orang tua untuk menyesuaikan tabungan dengan kebutuhan keluarga, misalnya untuk keperluan sekolah anak di awal semester maupun tahun ajaran baru.

Kehadiran Bank Sampah O2 BISA juga merupakan wujud nyata dukungan UPTD SD Inpres Oeba 2 terhadap road map penanganan dan pengurangan sampah yang dicanangkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Sejak awal masa jabatannya, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis menempatkan persoalan sampah sebagai salah satu prioritas utama, termasuk melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah hingga tingkat kelurahan.

Salah satu langkah yang didorong Pemerintah Kota Kupang adalah pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya. Pemerintah kota juga mendorong agar sampah tidak lagi sekadar dibuang ke TPA, melainkan diolah kembali, misalnya sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik menjadi produk bernilai guna.

Bank sampah sekolah menjawab arah kebijakan tersebut secara langsung. Melalui kebiasaan memilah dan menabung sampah anorganik bernilai jual, siswa dan orang tua ikut mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan, sekaligus menumbuhkan budaya pilah dari rumah.

“Sekolah ingin hadir dan mengambil peran nyata. Program Pemerintah Kota Kupang dalam menangani sampah membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat, dan partisipasi itu akan semakin kuat apabila dimulai dari anak-anak dan keluarga,” tutur Reynaldo.

Camat Kota Lama, Yanto Jalil, SH.,MM dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Plt. Kepala Sekolah sebagai inisiator program. Ia menilai langkah UPTD SD Inpres Oeba 2 patut menjadi contoh dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kota Lama.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Plt. Kepala Sekolah selaku inisiator program ini. Semoga Bank Sampah O2 BISA menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bersama dan rasa cinta terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Antusiasme orang tua siswa dalam kegiatan peluncuran ini terlihat sangat luar biasa. Para orang tua hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sekaligus menyambut baik kehadiran bank sampah sebagai sarana belajar bagi anak-anak sekaligus peluang menabung bagi keluarga.

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penyetoran dan penimbangan sampah perdana. Siswa dan orang tua tampak membawa karung serta kantong berisi botol plastik dan sampah anorganik lainnya untuk ditimbang dan dicatat ke dalam tabungan masing-masing.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *