Dua Rumah di Wirosari Terbakar, Kerugian ditaksir Rp100 juta Polisi Olah TKP

Grobogan, KabarTerkiniNews.co.id – Dua rumah warga di Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, terbakar pada Minggu (20/9/2026) pagi. Peristiwa tersebut menimpa rumah milik Supriyanto (43), seorang petani, dan Supriyanto (38), seorang wiraswasta.

Peristiwa bermula ketika Supriyanto (43) berada di bagian depan warung miliknya untuk memperbaiki telepon seluler. Saat itu, korban melihat adanya korsleting pada kabel listrik di dekat instalasi pom mini yang berada di sisi paling timur bangunan rumahnya.

Bacaan Lainnya

Adanya percikan api tersebut, kemudian menyambar fasilitas pom mini. Api selanjutnya membesar dan mulai membakar bagian bangunan rumah milik Supriyanto (43).

Melihat kobaran api semakin membesar, Supriyanto (43) segera memberitahukan kepada anggota keluarganya agar keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Saat kejadian, istri, anak dan menantu korban sedang memasak di bagian dapur belakang rumah.

Supriyanto (43) bersama anggota keluarganya berhasil keluar dari bangunan dalam keadaan selamat. Setelah berada di luar rumah, korban kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membantu melakukan upaya pemadaman.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi. Upaya pemadaman awal dilakukan untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun, kobaran api juga berdampak pada rumah milik Supriyanto (38). Bagian samping sebelah barat rumah tersebut ikut terbakar.

Kapolsek Wirosari AKP Eko Sri Luvianto mengatakan, usai menerima laporan adanya kejadian tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi.

“Dari hasil pemeriksaan, api diduga berasal dari korsleting listrik yang menimbulkan percikan dan kemudian menyambar fasilitas pom mini,” jelas AKP Eko Sri Luvianto.

Rumah milik Supriyanto (43) merupakan bangunan berbentuk rumah paris dengan ukuran sekitar 12 x 12 senti meter. Bangunan tersebut menggunakan soko jati dan konstruksi campuran antara kayu jati dengan tembok.

Kapolsek Wirosari juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan peralatan yang menggunakan sumber listrik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau sambungan yang tidak sesuai, serta segera matikan peralatan listrik apabila sudah tidak digunakan,” imbau AKP Eko Sri Luvianto.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan rumah dalam kondisi kompor, tungku atau peralatan yang berpotensi menimbulkan api masih menyala. Pastikan api sudah dalam kondisi padam saat akan pergi meninggalkan rumah,” pungkasnya.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *