KARANGANYAR, KABAR TERKINI NEWS.CO.ID – Berawal dari inisiatif warga saat pandemi COVID-19, Kolam Renang Pesona Tamansari di Desa Tamansari, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini berkembang menjadi destinasi wisata keluarga yang turut mendorong perekonomian masyarakat.
Memasuki tahun 2026, atau sekitar empat tahun sejak mulai dibuka pada akhir 2022, Pesona Tamansari terus mengalami perkembangan. Selain menawarkan kolam renang dan taman bermain anak dengan konsep pantai, kawasan wisata ini juga dilengkapi area parkir yang luas serta restoran dengan beragam pilihan menu.
Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil melihat pesona alam Desa Tamansari, dengan panorama kawasan lereng Gunung Lawu yang menjadi salah satu daya tariknya.
Kepala Desa Tamansari, Sarjito, mengatakan perkembangan destinasi wisata tersebut berlangsung secara bertahap. Peningkatan jumlah pengunjung tidak terlepas dari kerja keras pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk melalui promosi di media sosial.
“Perkembangannya dari tahap ke tahap luar biasa. Pengunjung meningkat signifikan. Semua berkat kerja keras BUMDes melalui promosi media sosial,” kata Sarjito.
Berawal dari Pasar Bunga Saat Pandemi
Sarjito menjelaskan, gagasan awal pengembangan kawasan tersebut muncul ketika pandemi COVID-19 berdampak terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat. Warga berinisiatif mencari cara untuk mengembangkan potensi lokal agar dapat menciptakan kegiatan ekonomi baru.
Pada awalnya, muncul gagasan untuk membuat pasar bunga. Hal ini didasari potensi Desa Tamansari yang memiliki banyak warga dengan usaha budidaya tanaman hias.
Dari gagasan tersebut, kemudian berkembang ide untuk membangun taman bermain dan kolam renang dengan konsep pantai. Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan alternatif rekreasi keluarga yang menarik, sekaligus memanfaatkan potensi alam desa.
Pembangunan Pesona Tamansari memanfaatkan tanah kas desa yang sebelumnya belum produktif. Lahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kawasan wisata yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi desa dan masyarakat.
Berdasarkan publikasi Wonder Nusantara, kolam renang ini diresmikan pada akhir 2022. Fasilitasnya dirancang dengan konsep kolam bernuansa pantai, dilengkapi pasir dan area untuk berswafoto.
Tiket Rp5.000 Dipertahankan agar Terjangkau
Salah satu kebijakan yang dipertahankan Pemerintah Desa Tamansari adalah harga tiket masuk sebesar Rp5.000 per pengunjung.
Sarjito mengatakan, harga tersebut sengaja dipertahankan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati wisata Pesona Tamansari tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Desa tetap mempertahankan harga tiket Rp5.000. Tujuannya agar semua masyarakat bisa ikut merasakan wisata di Pesona Tamansari,” ujarnya.
Menurut Sarjito, harga tiket yang ekonomis tetap dapat memberikan manfaat ekonomi apabila didukung jumlah pengunjung yang memadai. Aktivitas wisata tersebut turut membuka peluang peningkatan omzet bagi pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.
Keberadaan restoran dengan beragam pilihan menu juga menjadi bagian dari layanan bagi pengunjung. Wisatawan tidak hanya dapat berenang dan bermain, tetapi juga menikmati makanan sambil bersantai melihat panorama alam Desa Tamansari.
Dengan demikian, perputaran ekonomi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya dinikmati pengelola kolam renang, tetapi juga menjangkau para pedagang dan pelaku usaha lokal.
Pengunjung Mencapai 3.000 Orang pada Hari Besar
Sarjito menyebut jumlah pengunjung rata-rata berkisar antara 800 hingga 1.500 orang. Pada hari-hari besar atau momentum liburan, jumlah tersebut bahkan dapat mencapai sekitar 3.000 orang.
Besarnya kunjungan menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha. Mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga berbagai aktivitas perdagangan yang mendukung kebutuhan wisatawan.
Menurut Sarjito, pemberdayaan masyarakat kini telah menjangkau warga dari delapan dusun di Desa Tamansari. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi, termasuk bagi karang taruna dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas usaha di kawasan wisata.
“Harapannya, semua bisa merasakan potensi keberadaan Pesona Tamansari. Bukan hanya pengelola, tetapi juga warga desa, karang taruna, dan para pedagang,” katanya.
Bagi pemerintah desa, pengembangan wisata tidak semata-mata mengejar jumlah pengunjung. Lebih dari itu, keberadaan Pesona Tamansari diharapkan menjadi sarana untuk memperluas kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Akses Bus Besar Masih Menjadi Kendala
Di tengah perkembangannya, Sarjito mengakui masih ada tantangan yang perlu diselesaikan, terutama akses jalan menuju lokasi wisata yang belum dapat dilalui bus besar.
Keterbatasan tersebut menjadi perhatian dalam upaya mengembangkan pasar wisata rombongan, seperti kunjungan sekolah, komunitas, maupun kelompok wisatawan dari luar daerah.
Meski kawasan wisata telah memiliki area parkir yang luas, akses jalan menuju lokasi tetap menjadi faktor penting agar wisatawan yang menggunakan kendaraan berukuran besar dapat berkunjung dengan nyaman.
Perbaikan akses diharapkan dapat membuka peluang peningkatan kunjungan sekaligus memperluas pasar wisata Pesona Tamansari pada masa mendatang.
Danau Buatan Menjadi Rencana Pengembangan Berikutnya
Ke depan, Pemerintah Desa Tamansari berencana mengembangkan kawasan wisata dengan menghadirkan danau buatan. Rencana tersebut diharapkan dapat menambah daya tarik Pesona Tamansari sekaligus melengkapi konsep wisata keluarga yang telah ada.
Sarjito menjelaskan, pengembangan kawasan dilakukan dengan memanfaatkan potensi tanah kas desa yang sebelumnya belum produktif menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi.
Kehadiran danau buatan diharapkan dapat memperkaya pilihan aktivitas wisata dan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. Namun, realisasi pengembangan tersebut tetap memerlukan perencanaan dan pelaksanaan lebih lanjut.
Perjalanan Pesona Tamansari menunjukkan bagaimana gagasan yang bermula dari upaya mencari peluang ekonomi saat pandemi dapat berkembang menjadi destinasi wisata desa.
Dengan mempertahankan harga tiket yang terjangkau, mengembangkan fasilitas, memperkuat promosi digital, serta melibatkan masyarakat dari delapan dusun, Pesona Tamansari diharapkan terus menjadi penggerak ekonomi lokal.
Bagi Desa Tamansari, keberhasilan pembangunan wisata pada akhirnya bukan hanya diukur dari banyaknya pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
Reporter / Editor Video : Heru warsito





