Hari Hepatitis Sedunia, PPHI dan Kemenkes Dorong Percepatan Eliminasi Hepatitis 2030

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day (WHD), Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) bersama Kementerian Kesehatan dan Panitia Pelaksana KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI Yogyakarta 2026 mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap hepatitis. Caranya melalui deteksi dini, vaksinasi, dan pengobatan yang tepat, guna mendukung target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.

Hari Hepatitis Sedunia (WHD) diperingati setiap tanggal 28 Juli. Hepatitis virus sendiri masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum PPHI, Dr. dr. Andri Sanityoso, SpPD,K-GEH, FINASIM menyebut eliminasi hepatitis hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, media, dan masyarakat.

“Indonesia telah berkomitmen mencapai target eliminasi hepatitis pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut diperlukan peningkatan cakupan skrining, vaksinasi, diagnosis dini, serta akses pengobatan yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini banyak penderita hepatitis B maupun hepatitis C tidak menyadari dirinya terinfeksi karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala hingga memasuki stadium lanjut. Akibatnya, tidak sedikit pasien baru terdiagnosis ketika telah mengalami sirosis hati atau bahkan kanker hati.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, MKM, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi keempat di Asia Tenggara soal prevalensi hepatitis B, dengan angka sekitar 8,4 per 100.000 penduduk. Oleh karena itu diperlukan komitmen kuat dari pemerintah untuk mencapai eliminasi hepatitis.

“Peringatan Hari Hepatitis Sedunia menjadi momentum krusial bagi pemerintah Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam mencapai eliminasi hepatitis pada tahun 2030,” katanya.

Sebagai bagian dari Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah Nasional PPHI-PGI-PEGI 2026 yang berlangsung di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, PPHI menyelenggarakan rangkaian kegiatan World Hepatitis Day dengan tema nasional “Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi”. Tujuannya meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hati.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran buku konsensus baru, Buku Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di Indonesia 2026. Buku tersebut memuat perkembangan terkini dalam diagnosis, tata laksana, pemantauan, dan pencegahan hepatitis B di Indonesia.

Selain itu, ada juga Buku Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis C pada Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia 2026. Buku ini memuat pembaruan rekomendasi berbasis bukti terkini mengenai skrining, diagnosis, pemilihan terapi antivirus, serta tata laksana hepatitis C pada pasien gagal ginjal kronik, termasuk pasien yang menjalani dialisis dan transplantasi ginjal.

Pada momentum peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini, PPHI menekankan tiga pesan utama. Pertama, Indonesia menargetkan eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030, sehingga diperlukan percepatan program pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan hepatitis secara nasional.

Kedua, sebagain besar penderita hepatitis b dan hepatitis C tidak mengetahui dirinya terinfeksi karena penyakit ini sering berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun. Oleh karena itu deteksi dini melalui pemeriksaan Hepatitis menjadi langkah yang sangat penting.

Ketiga, hepatitis yang terdiagnosis dan ditangani sejak dini dapat dicegah berkembang menjadi sirosis hati, sehingga pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kematian.

Andri Tiyo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *