Kampanye Stop Freesex di Kalangan Remaja, Dorong Remaja jadi Peer Counselor

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id — Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar program pengabdian masyarakat di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi serta membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini.

Koordinator program, Dr. dr. Sri Sundari, M.Kes., menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terkait kesehatan alat reproduksi sekaligus mencegah berbagai perilaku berisiko di kalangan remaja.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini untuk menyadarkan dan mengajak para remaja agar lebih perhatian terhadap kesehatan alat reproduksinya, sekaligus mampu mengajak teman dan lingkungannya untuk bersama-sama menjaganya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi, serta diarahkan untuk menghindari perilaku berisiko seperti pergaulan bebas, seks bebas, dan pernikahan dini tanpa pengetahuan yang memadai.

Selain itu, siswa juga dikenalkan berbagai penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis (raja singa), dan kondiloma akuminata (jengger ayam), yang dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Tak hanya itu, materi juga disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY yang juga psikiater RS PKU Muhammadiyah Gamping, Dr. dr. Warih Andan Puspitosari, Sp.KJ. Ia menekankan pentingnya membentuk kader peer counselor di kalangan remaja.

Menurutnya, pendekatan konseling sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi cerita dengan teman seusianya.

“Konselor remaja ini akan menjadi tempat berbagi bagi teman-temannya. Remaja biasanya lebih senang curhat dengan teman sebaya karena merasa lebih nyambung, sehingga diharapkan mereka bisa saling membantu menemukan solusi atas masalah yang dihadapi,” jelasnya.

Para siswa juga didorong untuk memiliki kemampuan mendengarkan secara empatik dan menjadi bagian dari solusi bagi teman-temannya yang menghadapi persoalan, khususnya terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Guru pendamping, Sunanik, S.Pd., menyebut edukasi tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan siswa.

“Ini luar biasa karena berkaitan langsung dengan kesehatan reproduksi siswa. Harapannya, mereka semakin memahami cara menjaga kesehatan diri dengan baik,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, di akhir kegiatan tim pengabdian masyarakat UMY turut menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, berupa tabung oksigen, nebulizer, masker, dan sarung tangan medis.

Melalui program ini, UMY berharap para remaja tidak hanya memiliki pengetahuan yang memadai, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Dhani Irawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *