Kopi Jenawi Naik Kelas! Hilirisasi Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Jual, TP PKK Karanganyar Dampingi Petani Kuasai Pascapanen

KARANGANYAR , kabarterkininews.co.id– Kopi Jenawi tak lagi hanya diposisikan sebagai hasil panen yang dijual dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah Kabupaten Karanganyar kini mendorong komoditas unggulan lereng Gunung Lawu tersebut naik kelas melalui penguatan hilirisasi, sehingga mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pascapanen Kopi yang digelar di Kelompok Tani Rejeki Barokah, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar dr. Farida Rober Christanto, M.K.M., Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Karanganyar Wulan Adhe Eliana, S.E., jajaran pengurus TP PKK, serta Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar Dr. Feriana Dwi Kurniawati, S.P., M.Si.

Pelatihan diawali dengan panen kopi bersama sebagai simbol dukungan terhadap petani lokal. Selanjutnya peserta mendapatkan praktik langsung mengenai proses pascapanen, mulai dari sortasi, pengolahan, hingga penanganan biji kopi agar menghasilkan mutu yang lebih baik dan memiliki daya saing di pasar.

Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, menegaskan setiap wilayah di Karanganyar memiliki potensi unggulan yang harus dikembangkan hingga mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Jenawi memiliki potensi perkebunan kopi yang sangat baik. Potensi ini harus kita dorong agar menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Menurut Farida, tren konsumsi kopi yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi petani untuk menghadirkan produk lokal dengan kualitas premium. Karena itu, peningkatan kemampuan pascapanen menjadi langkah strategis agar kopi Jenawi memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Dr. Feriana Dwi Kurniawati, menjelaskan Kelompok Tani Rejeki Barokah telah menerima bantuan satu paket peralatan pascapanen kopi dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas hasil produksi, tetapi juga memperkuat daya saing kopi lokal.
“Kami ingin petani tidak hanya menghasilkan kopi, tetapi juga memahami proses pascapanen sehingga mutu produk meningkat dan Kopi Jenawi semakin dikenal di pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Melalui peningkatan kapasitas petani, dukungan teknologi pascapanen, serta penguatan hilirisasi, Pemerintah Kabupaten Karanganyar optimistis Kopi Jenawi akan berkembang menjadi komoditas unggulan bernilai tambah, membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung pengembangan kawasan pertanian berbasis agrowisata di lereng Gunung Lawu. ( Her /KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *