Kunjungan WNA di Kabupaten Grobogan Capai 1.299 Ribu Orang

Grobogan, KabarTerkiniNews.co.id – Layanan kereta api di wilayah Kabupaten Grobogan mencatat antusiasme yang cukup tinggi dari Warga Negara Asing (WNA). Sepanjang tahun 2026 dari Januari hingga Juni, tercatat sebanyak 1.299 WNA menggunakan layanan kereta api untuk bepergian dari dan menuju berbagai stasiun di wilayah tersebut.

Data tersebut dihimpun dari delapan stasiun yang berada di bawah wilayah kerja Daerah Operasi 4 Semarang di Kabupaten Grobogan, yakni Stasiun Ngrombo, Kradenan, Gundih, Karangjati, Sedadi, Gubug, Kedungjati, Gambringan, dan Jambon.

Bacaan Lainnya

Angka ini menunjukkan bahwa Kabupaten Grobogan terus menarik perhatian warga negara asing yang menjelajahi jalur tengah Pulau Jawa menggunakan moda transportasi kereta api.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyampaikan bahwa kereta api menjadi pilihan utama wisatawan asing karena menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu yang baik.

“Moda kereta api memberikan pengalaman perjalanan yang efisien dan menyenangkan bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat pesona daerah di lintas tengah Jawa,” ujarnya.

Luqman menambahkan bahwa dari sembilan stasiun Daop 4 yang berada di wilayah Grobogan, Stasiun Ngrombo menjadi yang paling banyak disinggahi wisatawan asing dengan total 918 penumpang wisman sepanjang tahun berjalan. Disusul Stasiun Kradenan 113 orang, dan Stasiun Gundih 95 orang.

Sementara stasiun lainnya seperti Karangjati, Sedadi, Gubug, Kedungjati, Gambringan, dan Jambon juga mencatat kunjungan rutin wisatawan mancanegara dalam jumlah yang stabil.

Luman mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisman di Grobogan menunjukkan peran strategis moda kereta api sebagai pendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Akses transportasi yang mudah dan konektivitas antarkota yang baik menjadi faktor penting yang mendorong wisatawan untuk menjelajahi berbagai destinasi di Jawa Tengah menggunakan KA.

Selain sebagai moda transportasi, KAI juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi wisata daerah melalui peningkatan kualitas layanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan. Daop 4 Semarang secara rutin melakukan perawatan prasarana, pengecekan lintas, serta penguatan sarana pendukung agar perjalanan tetap aman dan lancar.

 

Lebih dari sekadar titik singgah wisatawan, Kabupaten Grobogan juga memiliki nilai historis penting bagi perkeretaapian Indonesia. Daerah ini menjadi asal muasal sejarah perkeretaapian nasional, karena di wilayah inilah berdiri salah satu stasiun tertua di Indonesia, yaitu Stasiun Tanggung.

Stasiun tersebut menjadi bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1867, menghubungkan wilayah Tanggung – Semarang. Jalur bersejarah ini menjadi cikal bakal perkembangan jaringan rel kereta api di Nusantara.

KAI berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan asing terhadap perjalanan menggunakan KA. “Kami optimistis, kolaborasi antara KAI, pemerintah daerah, dan pelaku pariwisata akan semakin memperkuat citra Grobogan sebagai destinasi yang mudah dijangkau dengan kereta api,” tutup Luqman.

Sholi Morgan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *