Pemkab bersama Forkopimda Klaten, Gelar Rapat Program MBG Perketat Pengawasan

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Klaten yang digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Kamis (07/05). Penguatan koordinasi lintas sektor dapat memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, aman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanah pemerintah yang harus dilaksanakan secara serius dan penuh tanggung jawab oleh seluruh pihak terkait.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga integritas, disiplin dan sinergi seluruh unsur pelaksana di lapangan.

“Program MBG adalah amanah pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Karena itu seluruh pihak harus bekerja dengan tanggung jawab dan integritas,” Tuturnya.

Bupati menambahkan bahwa evaluasi dan pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program benar-benar berjalan baik, aman serta memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak di Kabupaten Klaten.

” Tujuan pengawasan MBG adalah memastikan program ini benar-benar berjalan dengan baik, aman dan memberikan manfaat bagi anak-anak di Kabupaten Klaten,” Imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Klaten, lanjut Bupati, ingin memastikan tidak ada kendala yang menghambat distribusi maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat. “Kami berharap program ini menjadi bagian dari upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa,” Tuturnya.

Sementara itu, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, Mengatakan, Tercatat terdapat 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 265 ribu siswa dan masyarakat.

“Jumlah tersebut sangat besar sehingga membutuhkan pengelolaan yang disiplin, profesional dan terkoordinasi dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis dan sangat mulia karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi anak-anak,

“Program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Dandim menekankan, namun juga memiliki dampak luas terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

” Ke depan, program ini direncanakan bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih agar kebutuhan bahan baku dapat disuplai secara teratur dan mendukung perekonomian kerakyatan,” jelasnya.

Dandim menyampaikan bahwa Kodim 0723/Klaten telah ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai bagian dari satuan tugas yang memiliki tanggung jawab dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program di wilayah.

“Kami telah ditunjuk oleh Bupati Klaten sebagai bagian dari Satgas yang bertugas mengawasi, mengontrol serta mendukung pelaksanaan Program MBG di wilayah Kabupaten Klaten,” tegas Dandim.

Dandim juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor guna mengatasi setiap hambatan yang muncul di lapangan secara bersama-sama.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga koordinasi dan menyelesaikan setiap kendala secara bersama-sama agar pelaksanaan program berjalan optimal,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Korwil Badan Gizi Nasional Kabupaten Klaten Yoga Angga Pratama menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tingkat desa.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional berharap seluruh potensi lokal seperti UMKM, petani, peternak hingga supplier lokal dapat terlibat aktif sebagai penyedia bahan baku kebutuhan program dengan tetap memperhatikan kualitas serta standar keamanan pangan.

“Program MBG diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan membantu mengurangi angka pengangguran karena sebagian besar tenaga kerja berasal dari warga lokal,” ujar Yoga Angga Pratama.

Ia menjelaskan bahwa cakupan penerima manfaat Program MBG tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui serta balita. Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan perluasan layanan bagi kelompok prioritas tersebut agar pelayanan dapat menjangkau seluruh sasaran secara maksimal.

Selain itu, Yoga Angga Pratama juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan program. Sebagai bagian dari evaluasi, terdapat beberapa SPPG yang untuk sementara dihentikan operasionalnya karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Oleh karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme dan kepatuhan terhadap SOP agar Program MBG di Kabupaten Klaten dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *