Penjual Nasi Goreng di Ngringo Meninggal Usai Terjatuh, Polisi Sebut akibat Serangan Jantung

KARANGANYAR, KABAR TERKINI NEWS — Seorang penjual nasi goreng bernama Paryono meninggal dunia setelah terjatuh di rumahnya di wilayah Nosido, Dukuh Gunung Wijil, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (11/10/2026) malam.

Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Bahkan, sempat beredar informasi yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan penganiayaan.

Namun, berdasarkan keterangan kepolisian, hasil pemeriksaan medis di RS Dr. Moewardi menyatakan korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Sementara itu, luka yang ditemukan pada tubuh korban dijelaskan sebagai akibat benturan saat terjatuh.

Sebelum kejadian, Paryono diketahui sedang mempersiapkan dagangan nasi gorengnya. Korban kemudian terjatuh ketika hendak mandi.

Anak korban menjadi orang pertama yang menemukan Paryono dalam kondisi masih hidup. Korban selanjutnya dibawa ke RS Dr. Moewardi untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Polisi Lakukan Olah TKP

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono mengatakan, polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai seseorang yang terjatuh dan mengalami luka.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas berkoordinasi dengan fungsi terkait untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban juga dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis.

“Anggota menerima informasi dari masyarakat, kemudian berkoordinasi dengan fungsi terkait untuk melakukan olah TKP. Korban juga dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis,” ujar Wikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan luka tidak beraturan di bagian bibir kanan korban dengan panjang sekitar tiga sentimeter dan lebar tiga milimeter. Pemeriksaan juga menemukan tanda-tanda asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen.

Meski demikian, hasil pemeriksaan dokter menjadi dasar penjelasan mengenai penyebab kematian korban.

Korban Memiliki Riwayat Penyakit Jantung

Wikan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RS Dr. Moewardi, Paryono meninggal dunia akibat serangan jantung.

Adapun luka pada bagian pelipis dan bibir korban disebut terjadi akibat benturan saat terjatuh, bukan menjadi penyebab kematian sebagaimana hasil pemeriksaan medis yang disampaikan kepolisian.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan, Paryono disebut pernah disarankan menjalani pemasangan ring jantung.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab suatu kejadian berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Keterangan resmi dan hasil pemeriksaan medis penting menjadi rujukan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh.

Reporter: Iwan Iswanda
Editor: Heru Warsito

Kabar Terkini News — Mengawal Keadilan, Menjaga Suara Rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *