Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Adopsi materi dari Tiongkok, menjadi dasar peningkatan perekonomian desa di Indonesia. Sumber Daya Alam desa di Indonesia, sangat cocok dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Junaedi Mulyono.
Menurut keterangan Ketua Umum APDESI Junaedi Mulyono, saat ditemui Kamis (06/08) Sore kepada Wartawan mengungkapkan, Perkuliahan yang didapatkan dari Tiongkok, selama 21 Hari, banyak hal yang disamakan dengan Program Pemerintah Indonesia.
” Setelah kami datang ke Cina kemarin Ternyata apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo tentang koperasi merah putih itu hampir hampir sama menduplikat apa yang ada di Cina,” Ungkapnya.
Dilanjut Junaedi, banyak negara-negara lain yang belajar dengan pengembangan perekonomian di Tiongkok. Pembelajaran yang sangat singkat dan bermanfaat, mendorong potensi desa lebih berkembang.
” Termasuk yang ada di Jepang di Jerman di Itali itu semua Jerman itu semua ternyata mengadopsi sistem koperasi yang ada di sana. Jadi desa-desa yang ada di Tiongkok itu banyak mereka lebih ke fokus ke potensinya masing-masing, ” Tuturnya
Dalam materi Perkuliahan di Tiongkok, Terang Junaedi, Kebijakan Pemerintah Tiongkok, tentang strategi untuk pembentukan desa agar mandiri dalam meningkatkan perekonomian. Terlebih dikembangkan dengan era teknologi modern.
“Perkuliahan yang kami dapatkan selain kami dapat mengenai tentang profil kegiatan kebijakan-kebijakan pemerintah Tiongkok, mengenai tentang desa itu juga strategi dari pemerintah Tiongkok di mana dari hasil-hasil produksi di desa itu bisa dikelola menjadi sistem-sistem,” Ungkapnya
Junaedi mengatakan, Sistem yang modern membuat desa di Tiongkok, tidak lagi menggunakan tenaga manusia, namun semua pekerjaan dilakukan oleh robot, namun Sumber Daya Manusia, digunakan untuk mengoperasionalkan dan mengawasi robot dari jarak jauh.
” Seperti desa sawit atau mau desa apa itu nelayan kan juga ada koperasi desa merah putih nanti mau fokus ke desa pertanian padi di sana pertanian padi, jadi mulai peralatannya semua sebuah robot semua, di operator kan dari desa bayangkan operatornya,” Katanya.
” Pembangunan fokus di desa atau pendorongan ekonomi Desa itu ternyata terbukti saat ini di dunia itu nol kemiskinan dan juga di sana itu produk-produk itu memang benar-benar memiliki kualitas dan standar yang tinggi kalau sudah ada, seperti Desa Teh, ada Desa kopi, teh di sana itu bisa dijual 50 juta, satu peck, ” Ujarnya.
Nantinya, Junaedi menjelaskan, ada ruang galeri yang menjadikan potensi desa dapat dipromosikan, selain produk dipromosikan secara manual, dengan teknologi berkembang, maka promosi gencar dilakukan secara Online.
” kedepannya akan ada ruang galerinya tidak untuk anak-anak muda melakukan kegiatan seperti podcast dan lain-lain tadi untuk live dan lain-lain dan itu jadi di mereka itu punya aplikasi sendiri yang mereka menjual produk-produknya itu biar itu namanya kalau dari desa sendiri dan ini kan kalau dari desa terus dikembangkan,” Jelasnya.
Kedepannya, seluruh Kepala desa Sebut Junaedi, akan dilakukan pembelajaran serupa, mungkin dari kementerian desa, atau lainnya, terkait pengembangan desa. Agar dapat berkolaborasi dengan Kopdes.
” Nantinya hilirisasi itu seperti jadi kalau banyak yang teman-teman kepala desa yang dikirim ke china nanti akan semakin terbuka kemungkinan saja tujuannya kdmp ke depan,” Imbuhnya.
Junaedi berharap, seluruh desa di Indonesia dapat mandiri dalam peningkatan perekonomian, tidak hanya fokus dalam dana desa yang diprediksi akan alami penurunan nominalnya.
” Saya harapkan nanti bisa indonesia bisa mengejar ketertinggalan tersebut, jangan cuma terpaku ke dana desa, tapi gimana menggerakkan potensi lokal desa, dan juga atau apa tadi kearifan lokal desa-desaan,” Pungkasnya.
hastag
#BangunDesaBangunIndonesia,
#kemendespdt
Prabowo Aji







