Ratusan Pengungsi Gempa Flores Bertahan di Kantor Desa Tendakinde, Mereka Belum Tersentuh Bantuan

Nagekeo, KabarTerkiniNews.co.id — Ratusan warga yang mengungsi di Kantor Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan secara mandiri setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,0 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Gempa yang terjadi sekitar pukul 04.58.23 WIB itu berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Bencana tersebut dilaporkan menimbulkan puluhan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.

Bacaan Lainnya

Di Desa Tendakinde, kondisi para pengungsi memprihatinkan. Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga yang bertahan di lokasi pengungsian mengaku belum menerima bantuan dari pihak manapun.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para pengungsi terpaksa mengandalkan bahan makanan yang dikumpulkan secara patungan. Mereka saling berbagi persediaan makanan sambil menunggu bantuan dari pemerintah maupun pihak lainnya.

Sinta (35), salah seorang pengungsi, mengatakan warga berusaha bertahan dengan mengumpulkan bahan makanan secara bersama-sama. Namun, ia khawatir persediaan tersebut tidak akan mencukupi jika bantuan tak kunjung datang.

“Kami di sini bertahan hidup dengan patungan bahan makanan, belum ada bantuan dari pihak manapun. Jaringan listrik terputus, jadi kami andalkan genset,” ujar Sinta, Minggu (16/8/2026).

Menurut Sinta, warga juga sempat berupaya meminta bantuan kepada kendaraan TNI dan Polri yang melintas di sekitar wilayah pengungsian. Namun, kendaraan tersebut terus melaju karena hendak menuju lokasi lain yang juga terdampak gempa.

“Kami coba tahan mobil TNI/Polri yang lewat, tapi mereka terus lanjut menuju lokasi lain,” katanya.

Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan, terutama berupa makanan, air bersih, kebutuhan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Para pengungsi mengaku saat ini hanya bisa bertahan dengan persediaan yang mereka miliki dan mengandalkan solidaritas antarwarga. Mereka berharap bantuan segera tiba sebelum stok makanan yang dikumpulkan bersama habis.

Catatan redaksi: Angka korban jiwa, waktu kejadian, lokasi episentrum, dan kondisi penyaluran bantuan dalam naskah ini mengikuti informasi yang diberikan. Untuk publikasi, data tersebut sebaiknya diverifikasi kembali dengan keterangan resmi BMKG, BPBD, Basarnas, kepolisian, dan pemerintah daerah setempat.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *