SMA Tarunamu : Perkuat Fondasi Karakter Lewat Konsep “Tripola Pendidikan”

Awali Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Gelar Raker Strategis: Fokus pada “Tripola Pendidikan” & Penguatan SDM Guru

magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Di tengah tantangan era digital dan perubahan dunia kerja yang cepat, SMA Taruna Muhammadiyah (SMA Tarunamu) Gunungpring Muntilan mengambil langkah strategis.

Bacaan Lainnya

Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah ini menggelar Rapat Kerja (Raker) intensif yang tidak hanya mengevaluasi program, tetapi juga memperkuat fondasi karakter melalui konsep unik “Tripola Pendidikan”. Kegiatan berlangsung dua hari di Aula SMA Tarunamu, 17-18 Juni 2026.

Hadir sebagai pembicara kunci, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna, menekankan bahwa keteladanan guru adalah kunci utama mencetak generasi pemimpin.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan sekolah di tengah status barunya sebagai Sekolah Model Kementerian Pendidikan dan Sekolah Unggul Madya Persyarikatan Muhammadiyah.

Raker ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan ‘Aisyiyah (PRA) Gunungpring, pengurus yayasan, serta penasehat ketarunaan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr. (Han), M.H.

Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Dwi Ehwanto, S.Pd., M.Pd., Gr., membuka sesi evaluasi dengan paparan capaian membanggakan selama tahun pelajaran 2025/2026. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah dan persyarikatan adalah amanah besar.

“Kami mendapatkan bantuan pengembangan Laboratorium IPA dan STEM dari Kemendikbud sebagai Sekolah Model. Selain itu, penetapan sebagai Sekolah Unggul Madya oleh Muhammadiyah menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan,” ujar Dwi Ehwanto.

Namun, bagi Dwi, prestasi akademik bukanlah satu-satunya tolak ukur. Ia menyoroti keberhasilan lulusan tahun ini yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri/swasta ternama, serta sejumlah taruna/taruni yang lolos seleksi ketat di Akademi Militer, Kepolisian, dan Institusi Kedinasan lainnya.

“Ini bukti bahwa integrasi nilai keislaman, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing. Prestasi ini bukan tujuan akhir, tapi pijakan untuk inovasi lebih lanjut,” tambahnya.

Poin paling menarik dari Raker ini adalah materi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna. Dengan latar belakang militer dan pendidikan, beliau menekankan urgensi adaptasi terhadap disrupsi teknologi.

Menurut Mayjen Agus, sekolah tidak boleh terjebak hanya pada transfer ilmu akademik. Tantangan masa depan membutuhkan lulusan dengan karakter baja, mental tangguh, dan spiritual kokoh.

Konsep “Tripola Pendidikan TarunaMu”
Mayjen Agus memperkenalkan kembali dan mempertegas konsep Tripola Pendidikan yang menjadi ciri khas SMA Taruna Muhammadiyah yakni pengajaran akademik untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, pelatihan ketarunaan: untuk membangun ketangguhan fisik dan disiplin serta pengasuhan karakter Islami sebagai landasan kekuatan spiritual dan moral.

“Ketiga unsur ini harus berjalan selaras. Jika salah satu lemah, hasilnya tidak akan maksimal. Kita butuh lulusan yang cerdas otaknya, kuat badannya, dan bersih hatinya,” tegasnya.

Dalam lingkungan boarding school dan ketarunaan, Mayjen Agus mengingatkan bahwa keteladanan jauh lebih efektif daripada nasihat lisan.

“Taruna dan taruni adalah peniru ulung. Mereka akan meniru apa yang mereka lihat dari guru dan karyawan setiap hari. Maka, disiplin, etos kerja, dan akhlak guru adalah kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang paling berdampak,” ujarnya.

“Guru Harus Jadi Role Model, Bukan Sekadar Pengajar,” tegas Mayjen Agus. Beliau mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menerapkan budaya kerja SIAP (Semangat, Integritas, Amanah dan Profesional)

Ketua PRM Gunungpring, Ustaz Rohmad, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi. Ia mengajak seluruh elemen—mulai dari guru, karyawan, pamong asrama, hingga orang tua wali—untuk bergerak sebagai satu kesatuan tubuh.

“Raker ini adalah sarana memperkuat ikatan batin. Kita tidak bekerja sendiri-sendiri. Keberhasilan SMA Taruna Muhammadiyah adalah keberhasilan bersama umat dan bangsa,” kata Ustaz Rohmad.

Visi sekolah, “Terwujudnya Insan yang Berkarakter Islami, Berjiwa Pemimpin, Berwawasan Kebangsaan, Beradab, dan Berprestasi,” ditekankan kembali sebagai kompas utama setiap program kerja yang akan disusun selama tahun ajaran baru ini.

Dengan semangat baru dan strategi yang lebih tajam, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring siap menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui penguatan SDM guru dan konsistensi pada nilai-nilai ketarunaan, sekolah ini bertekad membuktikan bahwa pendidikan berbasis karakter adalah jawaban atas tantangan zaman.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *