SRAGEN – Krisis air bersih di sejumlah wilayah utara Bengawan Solo, Kabupaten Sragen, mendorong kepedulian SMAN 2 Sragen bersama alumni, PKBS, dan Universitas Semarang untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Melalui aksi bakti sosial yang digelar Jumat, 18 September 2026, sebanyak 17 tangki air bersih dengan total 136 ribu liter air disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kelangkaan air bersih.
Bantuan tersebut menyasar warga di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Desa Banyurip, serta wilayah Jenar.
Tidak hanya menyalurkan air bersih, tim juga memasang dua unit tandon air dan menyerahkan galon kepada warga untuk membantu penyimpanan cadangan air.
Sebanyak 85 personel terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka dibagi menjadi empat kelompok untuk memastikan proses distribusi air berjalan merata di wilayah sasaran.
Di Desa Ngrombo, salah satu tandon dipasang di RT 05, sementara tiga tangki air disalurkan ke RT 03, RT 12B, dan RT 13.
Sementara di wilayah Jenar, dua tangki air didistribusikan langsung kepada warga. Tim lainnya menyisir wilayah Desa Banyurip yang juga mengalami kelangkaan air bersih.
Kepala SMAN 2 Sragen, Beti Marga Sulistyawati, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari kepedulian internal sekolah terhadap kondisi warga yang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepedulian tersebut kemudian mendapat dukungan dari para alumni serta mitra perguruan tinggi.
Para siswa, guru, dan karyawan SMAN 2 Sragen turut berkontribusi dalam penggalangan bantuan untuk kegiatan sosial tersebut.
Menurut pihak sekolah, aksi kemanusiaan ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan di wilayah Tangen dan Jenar. Kegiatan serupa akan dilanjutkan ke wilayah lain yang masih mengalami krisis air bersih.
Aksi tersebut menjadi bentuk keterlibatan lingkungan pendidikan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan, sekaligus mendorong kepedulian sosial di kalangan siswa dan warga sekolah.
Heru W





