Spenla Peduli Bumi, Sampahku Tanggung Jawabku, Program Cinta Lingkungan Hidup di SMPN 8 Kupang

Kupang,KabarTerkiniNews.co.id – Kepala Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Negeri 8 Kupang, Dra. Maria Th. Roslin Lana, terus menciptakan program inovasi kebersihan lingkungan sekolah yang ia pimpin, salah satunya inovasi Spenla Peduli Bumi, Sampahku Tanggung Jawabku, program ini bertujuan untuk mendidik anak agar peduli dengan lingkungan dan mencintai lingkungan.

” Inovasi itu kami beri nama Spenla peduli bumi sampahku tanggung jawabku, dimana seluruh gerakan itu berorientasi untuk mendidik anak untuk peduli lingkungan dan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, dimana kami mulai dengan membudayakan program dengan gerakan pengurangan sampah plastik, pengurangan sampah plastik itu saya keluarkan instruksi kepala sekolah sejak tanggal 10 Januari Tahun 2022 lalu, dan Puji Tuhan hasilnya luar biasa, dimana inovasi Spenla Peduli Bumi, Sampahku Tanggung Jawabku berhasil masuk dalam Top 10 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi NTT 2024 lalu,”ujarnya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, untuk merubah mindset warga sekolah, pihaknya melakukan gerakan bersama, gerakan pertama yang dilakukan melalui pembiasaan, pembiasan yang pertama itu pihaknya meminta kepada seluruh warga sekolah untuk membawa bekal baik makanan maupun minuman dalam kemasan isi ulang, yang kedua pihaknya mengundang narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga sekolah dan terutama anak-anak tentang bahaya mikroplastik.

Roslin sadar betul bahwa isu lingkungan adalah isu global, oleh karena itu semua orang punya kewajiban bersama-sama merawat bumi, masih menurutnya negara Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar di dunia, untuk itu sebagai kepala sekolah ia punya tanggung jawab moril untuk menciptakan dan membentuk sikap peduli terhadap lingkungan, sehingga anak-anak yang tamat SMP 8 diberi pengalaman bermakna sehingga ketika siswa kembali ke masyarakat mereka bisa mengaplikasikan hal yang mereka pelajari di sekolah.

” Gerakan cinta lingkungan kami lakukan secara holistik, dimana kami padukan pola pengurangan sampah plastik dengan gerakan penghijauan di sekolah, juga pembuatan lubang biopori” tambah Roslin sapaan akrabnya.

Atas keberhasilan gerakan holistik tersebut itu, maka oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang SMP Negeri 8 diusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan akhirnya mendapat penghargaan.

” Puji Tuhan kami SMP Negeri 8 Kota Kupang tercatat sebagai satuan pendidikan pro iklim, ini hal membanggakan dan semoga semua warga sekolah dan masyarakat umum lebih peka dalam urusan sampah, karena sampah ini masalah kita semua, jadi mari kita tangani bersama,” jelasnya lagi.

Ketika ditanya terkait dengan Permendikbud nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah asri, sekolah bersih dan sekolah nyaman, Roslin mengaku SMP 8 Kota Kupang sudah melakukan hal tersebut.

Ia mencontohkan tentang budaya asri dan budaya sekolah yang nyaman dimana pihaknya memulai dengan pembiasaan baik, di mana pembiasaan itu untuk melakukan gerakan bersih-bersih secara bersama-sama, tidak hanya anak murid dan cleaning servis tapi semua warga sekolah, guru murid, pegawai, semua yang terlibat didalamnya.

” Kami rutin lakukan gerakan bersih-bersih sebelum kegiatan belajar mengajar, kemudian di setiap kelas itu kami ada duta sampah, kemudian di setiap kelas 2 dan 3 ada anak- anak yang kami buat menjadi duta sampah, duta sehat, duta anti bully dan duta anti kekerasan, sehingga pendidikan di sekolah ini menjadi pendidikan holistik, dimana kami menumbuhkan karakter selain peduli lingkungan juga disiplin, kemudian mereka bisa bersekolah nyaman, jadi pendekatan humanis yang kami kedepankan dan sehingga antara satu dan lain-lain itu tidak ada kekerasan,” urainya lagi.

Diakhir wawancara Roslin mengatakan semua warga sekolah adalah saudara dan teman, dan pihak sekolah SMP 8 Kota Kupang selalu menggaungkan bahwa sekolah ini adalah rumah kedua mereka, sehingga semua pihak harus merawat sekolah ini, seperti merawat rumah mereka sendiri.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *