Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Tanggul tepi Sungai Dengkeng di perbatasan Kecamatan Bayat dan Wedi longsor. Jalan alternatif kedua wilayah dari Desa Paseban, Kecamatan Bayat dan Melikan, Kecamatan Wedi ditutup sementara.
Tanggul yang longsor sepanjang sekitar 40 meter dengan tinggi sekitar lima meter. Tujuh pohon kelapa untuk penahanan tanggul tumbang.
Akibat longsor jarak sungai dengan permukiman warga tinggal sekitar tiga meter. Posisi lokasi longsor berada di selatan jembatan besar Paseban, Kecamatan Bayat dengan alur sungai menikung.
“Longsor terakhir kemarin jam 07.00 WIB pagi. Pohon kelapa ikut ambruk, total tujuh pohon yang ambruk,” kata warga sekitar, Sunarso (58) Rabu (22/04)
Menurut Sunarso untuk sementara jalan ditutup karena rawan longsor tererosi banjir. Padahal jalan di lokasi merupakan jalur alternatif ke kecamatan Wedi.
“Ini jalur ke Pasar Mundu, Kecamatan Wedi. Jalan alternatif tapi ramai untuk warga dari dua wilayah kecamatan,” lanjut.
Diungkapkan Sunarso, Jalan antar dua wilayah kecamatan ditutup warga dengan batang pohon dan kayu. Penyebabnya jalan rabat beton di atas tanggul tererosi banjir sehingga rawan ambles.
“Sebenarnya sudah sejak bulan puasa lalu tapi karena hujan deras beberapa hari terakhir longsor semakin parah karena banjir. Sudah ada batu untuk perbaikan tapi belum ada bronjongnya,” imbuhnya.
Wawan Sanuri, relawan setempat mengatakan longsor awalnya karena ada rumpun bambu terbawa banjir. Air terhalang menghantam tanggul.
“Ada rumpun bambu sehingga menghalangi banjir sehingga kena tanggul. Jika tidak segera ditangani khawatirnya sayap jembatan besar juga kena,” Ungkapnya.
Kalak BPBD Kabupaten Klaten Syahruna menjelaskan sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut. Koordinasi dengan instansi lain sudah dilakukan.
” Saya sudah koordinasikan dengan BBWSBS, DPUPR camat, kades, dan relawan. Penanganannya nunggu air surut, akan dipasang bronjong dan karung dan pelaksanaannya gotong royong,” Katanya.
Terpisah koordinator pengawas sungai wilayah Klaten BBSWBS, Alung Prasaja Utama menyatakan sudah mendapat laporan. Sudah dicek lokasi.
” Sudah langsung saat dua pohon kemarin dan sudah masuk laporan. Eksekusi menunggu air surut karena cukup dalam, ” Tuturnya.
Prabowo Aji







