UPTD SMP Negeri 21 Kupang Ajarkan Siswa Pilah Sampah dan Budaya Hidup Bersih

Kupang ,KabarTerkiniNews.co.id –  Pihak UPTD SMP Negeri 21 Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah kepada para peserta didik. Edukasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membentuk kebiasaan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 21 Kupang, Hironimus Metanbani, S.Pd, melalui Wakasek Bidang Kurikulum, Adrianus Bere, S.Pd, mengatakan pembiasaan menjaga kebersihan telah diterapkan kepada seluruh peserta didik yang berjumlah kurang lebih 255 siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Bacaan Lainnya

“Kami UPTD SMP Negeri 21 Kupang selalu menerapkan kepada peserta didik tentang bagaimana memilah sampah, lalu membuangnya ke tempat sampah. Kami pilah mana yang bisa diolah dan mana yang tidak,” ujar Adrianus, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah penting dilakukan sejak dini agar para siswa tidak hanya memahami kebersihan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mengajarkan pemilahan sampah, pihak sekolah juga menerapkan jadwal piket harian bagi setiap kelas. Para siswa diberikan tanggung jawab untuk memastikan ruang kelas maupun lingkungan sekitar sekolah dalam kondisi bersih sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.

“Setiap hari siswa sudah dibagikan jadwal piket harian untuk setiap kelas agar sebelum KBM dapat dilakukan pembersihan, baik di kelas maupun lingkungan sekolah,” jelas Adrianus.

Tidak hanya melalui kegiatan harian, UPTD SMP Negeri 21 Kupang juga memiliki program Jumat Bersih yang melibatkan seluruh unsur sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh warga sekolah diajak untuk berkolaborasi membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan sekaligus sarana untuk membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan.

“Kami di sini ada program Jumat Bersih setiap minggu, di mana semua unsur sekolah wajib berkolaborasi membersihkan lingkungan sekolah,” katanya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap budaya menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi rutinitas di sekolah, tetapi juga menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap peserta didik.

Pembiasaan memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas, hingga terlibat dalam kegiatan Jumat Bersih diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *