Sragen, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana di Gereja Kristen Nasrani Bukit Zaitun, Dukuh Toro, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, mendadak berubah ketika seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak merespons di dalam gereja, Kamis (10/9/2026) sore.
Pria tersebut diketahui bernama Darmawan Widodo (48), warga Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo. Ia ditemukan dalam posisi duduk seperti sedang tertidur sekitar pukul 16.45 WIB. Namun, saat didekati dan tubuhnya disentuh, korban tidak memberikan respons.
Peristiwa itu bermula ketika korban bersama dua saksi, Natanael Harinoto (60), seorang pendeta, dan Sukarno B. (74), berada di dalam gereja sekitar pukul 12.30 WIB untuk mempersiapkan peralatan musik berupa keyboard yang akan digunakan dalam kegiatan latihan.
Setelah persiapan selesai, kedua saksi kemudian meninggalkan gereja untuk kembali ke rumah masing-masing. Beberapa jam kemudian, Natanael kembali ke gereja untuk mengambil sepeda motor yang diparkir di dalam gereja karena hendak menghadiri kegiatan di Karanganyar.
Saat masuk ke dalam gereja, Natanael melihat korban masih berada di dalam ruangan dalam posisi duduk. Merasa ada yang tidak beres, ia mendekati korban dan mencoba memanggil serta menyenggol tubuh korban. Namun, korban tetap tidak memberikan respons.
Natanael kemudian menghubungi Sukarno B. dan Ketua RT setempat, Suyatno. Setelah keduanya tiba dan memastikan korban tetap tidak merespons, kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Polsek Sambirejo.
Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Tim yang dipimpin Wakapolsek Sambirejo Ipda Suwarno, S.H., bersama Pamapta Polres Sragen Ipda Santoso, S.H., M.H., Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen, personel SPKT dan piket fungsi, serta tim medis Puskesmas Sambirejo mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dan Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kakak kandung korban, Samuel, bersama adik korban, Mursid Diantoro, menyatakan menerima kejadian tersebut dan mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga juga membuat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Berdasarkan keterangan keluarga dan pendeta Natanael Harinoto, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertiroid.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambirejo menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal, hingga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta pihak keluarga.
“Dari pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penanganan selanjutnya dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak keluarga dan tenaga kesehatan,” kata Kapolsek Sambirejo.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Polisi memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara prosedural dengan tetap menghormati keluarga korban.
Redaksi





