Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026, di Balaikota, pada Sabtu (5/9/2026).
Ketua Panitia STQH Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026, Muhammad Tahrir mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama dalam meningkatkan kecintaan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis.
“Kegiatan ini menjadi sarana syiar sekaligus wadah pembinaan generasi Qur’ani di Kota Yogyakarta,” kata Tahrir dalam sambutan pembukaan STQH di Grha Pandawa Kompleks Balaikota Yogyakarta, pada Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, kegiatan bertema “Dengan STQH Tahun 2026, Kita Ciptakan Masyarakat Kota Yogyakarta yang Qur’ani, Berilmu, dan Berakhlak.” ini mendapatkan pembiayaan dari APBD, melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Kota Yogyakarta Tahun 2026, sekitar Rp 150 juta.
Adapun cabang yang dilombakan sebanyak 10 cabang. Yakni: Tilawah Anak (Putra dan Putri); Tilawah Dewasa (Putra dan Putri); Tahfidz 1 Juz serta Tilawah (Putra dan Putri); Tahfidz 5 Juz berikut Tilawah (Putra dan Putri); Tahfidz 10 Juz (Putra dan Putri); Tahfidz 20 Juz (Putra dan Putri); Tahfidz 30 Juz (Putra dan Putri); Tafsir Bahasa Arab (Putra dan Putri); Hafalan 100 Hadis dengan Sanad; dan Hafalan 500 Hadis tanpa Sanad.
Selain itu, kegiatan STQH tersebut juga dimeriahkan dengan Halal Fest yang diikuti oleh belasan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta.
Pihaknya berharap, selain dapat meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di masyarakat, kegiatan ini juga turut menggerakkan perekonomian umat dalam bingkai keagamaan, melalui produk-produk bersertifikasi halal.
Hal senada juga disampaikan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo yang berharap agar kegiatan-kegiatan yang sarat dengan olah spiritualitas dan religiusitas seperti ini bisa lebih ditingkatkan.
Hasto menyadari bahwa selama ini, peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) masih belum cukup sehingga perlu kerjasama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk meningkatkan kegiatan seperti pembinaan sebelum seleksi Masabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun MTQH.
“Mudah-mudahan kita mempunyai kemampuan fiskal untuk itu,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi menambahkan terkait pentingnya sertifikasi produk pangan yang halal di Kota Yogyakarta yang notabene terkenal sebagai Kota Wisata.
“Harapan kami, seluruh produksi konsumsi di Kota Yogyakarta bersertifikat halal agar ini nantinya bisa memberikan jaminan kepada masyarakat di dalam mengonsumsinya,” ucapnya. Termasuk, mmampu mendongkrat destinasi wisata di Kota Yogyakarta.
Di lain pihak, salah satu Kafilah dari Kemantren Wirobrajan Kota Yogyakarta, Muhammad Sultanul Ar Rozi mengaku, dalam satu bulan terakhir, dirinya melakukan persiapan untuk mengikuti STQH untuk kategori Lomba Tahfidz Al Qur’an 30 Jus 30 juz

“Persiapan saya, melancarkan hafalan, menguatkan mental, dan menjaga kesehatan,” ungkap santri berusia 16 tahun ini.
Rozi tertarik belajar Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman atau pun pondasi bagi umat untuk melakukan semua dalam hidup.
Tri





