Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Jumat malam (4/9/2026). Pelantikan ini menandai babak baru bagi organisasi kemasyarakatan tersebut untuk menancapkan kontribusi nyatanya di DIY.
Prosesi pelantikan MPI DIY dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko. Serta ratusan kader Matahari Pagi Indonesia DIY.
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan salah satu DNA atau genetika Matahari Pagi Indonesia adalah persatuan.
“Jadi kita ingin mendorong gerakan-gerakan yang mempersatukan di tengah perbedaan. Apalagi DIY ini simbolisasi dari persatuan itu sendiri. Jangan lupa simbolisasi salah satu perjuangan NKRI itu adalah Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Dahnil seusai pelantikan.
Ketua Pengurus Wilayah MPI DIY, Fadhl Muhammad Firdaus menyebut organisasi ini merupakan gerakan sosial yang lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan berkomitmen penuh untuk terus membersamai rakyat.
“Untuk menggerakkan roda organisasi, MPI DIY mengusung misi besar yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kehadiran, kemanfaatan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Kehadiran menurut Fadhl adalah mengasah kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan sosial sekaligus menjadi bagian dari solusi konkret. Kemudian kemanfaatan berarti menolak sekadar menjadi menara gading dengan menerjemahkan setiap gagasan menjadi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kebersamaan berarti berdiri di atas semua golongan dan melampaui sekat-sekat kelompok demi memperjuangkan kepentingan yang lebih luas. Langkah nyata pengurus baru ini langsung ditopang oleh serangkaian program strategis yang menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Di sektor kepemudaan, MPI DIY menghadirkan Festival Dukungan Masyarakat lewat forum “Matahari Pagi Mendengar” sebagai ruang diskusi dan serap aspirasi generasi muda. Penguatan karakter pemuda juga digenjot melalui Akademi Kepemimpinan yang berfokus pada literasi sejarah serta internalisasi nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.
Tidak hanya itu, aksi nyata di lapangan juga diwujudkan melalui Layanan Kesehatan Gratis berupa pemeriksaan medis berkala bagi warga yang membutuhkan. Serta program Berbagi Pangan dan Sanitasi yang mencakup pembagian makanan gratis dan perbaikan fasilitas sanitasi di berbagai sekolah.
Sebagai perekat sosial di Yogyakarta yang multikultural, gerakan ini juga menginisiasi Aksi Sosial Lintas Agama melalui aksi bersih-bersih tempat ibadah, mulai dari masjid, gereja, kelenteng, hingga pura, sebagai simbol hidupnya toleransi. Pelantikan ini menjadi awal bagi seluruh pengurus baru MPI DIY membawa kemajuan yang dampaknya benar-benar membumi bagi seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta.
Andri Tiyo





