Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 10 sampai 11 Februari 2026. Pada periode ini, laporan kejadian bencana didominasi oleh kejadian bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah.
Hujan intensitas sedang disertai angin kencang melanda Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten pada Senin (9/2). Kejadian ini mengakibatkan 10 unit rumah rusak ringan, serta beberapa fasilitas terdampak, seperti satu unit fasilitas pendidikan dan umum, empat akses jalan dan satu unit tempat usaha.
Hujan disertai angin kencang juga menumbangkan lima pohon. BPBD Kabupaten Klaten melakukan pembersihan material rumah rusak dan pohon tumbang serta memangkas dahan pohon rimbun untuk meminimalkan potensi robohnya pohon yang membahayakan masyarakat.
Selain itu, tanah longsor yang dipicu hujan lebat terjadi di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (8/2). Lahan perkebunan seluas empat hektare mengalami kerusakan akibat kejadian ini. BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama perangkat desa dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Pagentan melakukan pemeriksaan lokasi serta melaporkan sebanyak 27 unit rumah dan satu fasilitas ibadah terancam tanah longsor. BPBD Kabupaten Banjarnegara mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada dan mempersiapkan rencana kesiapsiagaan menghadapi potensi tanah longsor.
Hujan lebat turut mengguyur wilayah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Selasa (10/2). Peristiwa ini memicu Sungai Kumisik meluap dan merendam pemukiman warga dengan ketinggian muka air mencapai 100 sentimeter.
Sebanyak 26 unit rumah terdampak kejadian ini. BPBD Kabupaten Tegal mengerahkan tim Desa Tangguh Bencana dan mengevakuasi warga terdampak ke SDN Dukuh Tengah 01. Berdasarkan laporan per Rabu (11/2), banjir telah surut dan masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Kendal, Selasa (10/2). Hujan lebat menyebabkan banjir yang merendam 11 desa. Tercatat sebanyak 805 kepala keluarga dan 1.105 unit rumah terdampak banjir. Berdasarkan pemantauan per Rabu (11/2), sebanyak delapan desa masih terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) periode 11 sampai 13 Februari 2026, wilayah Provinsi Jawa Tengah berpotensi dilanda hujan sedang hingga sangat lebat.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring masih tingginya curah hujan.
Masyarakat diminta untuk memantau kondisi cuaca secara berkala dan melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam serta membatasi jarak pandang.
Pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan kesiapan personel dan peralatan serta melakukan langkah mitigasi seperti pembersihan saluran air, pemangkasan dahan pohon yang rimbun dan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.
BNPB juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan potensi ancaman bencana kepada aparat setempat agar upaya penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko dapat diminimalkan.







