UPTD SDN Bertingkat Naikoten Edukasi Siswa Pilah dan Buang Sampah Sesuai Jenis

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id — UPTD SDN Bertingkat Naikoten terus mendorong kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi secara rutin kepada siswa melalui apel pagi agar membuang sampah pada tempatnya sekaligus memilah sampah sesuai jenisnya.

Kepala UPTD SDN Bertingkat Naikoten, Martinha Amaral, S.Pd, Jumat (14/8/2026) mengatakan edukasi mengenai kebersihan menjadi bagian dari pembiasaan yang terus dilakukan kepada para siswa.

Bacaan Lainnya

“Setiap apel pagi kami selalu mengedukasi anak-anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya,” ujar Martinha.

Menurutnya, pihak sekolah telah menyediakan tiga jenis tempat sampah untuk memudahkan siswa melakukan pemilahan, yakni tempat sampah untuk sampah organik, nonorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dari ketiga jenis tersebut, sampah organik menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan di lingkungan sekolah. Kondisi itu terutama berasal dari sisa makanan yang dikonsumsi para siswa serta dedaunan yang gugur dari pohon di sekitar sekolah.

“Yang paling banyak itu adalah organik, karena anak-anak biasanya kalau makan, kemudian sisa makanan mereka buang di tempat sampah organik, sedangkan kalau daun yang jatuh itu pasti langsung dibersihkan,” jelasnya.

Sementara itu, sampah non organik umumnya berasal dari kemasan plastik makanan dan minuman yang dibeli siswa di kantin sekolah.

Namun, produksi sampah dari kantin saat ini relatif sedikit karena kantin sekolah sedang dalam proses renovasi.

“Untuk non organik itu biasanya dari plastik-plastik yang mereka beli dan makan di kantin. Tetapi untuk kantin sendiri saat ini kami sedang renovasi, jadi sampah dari kantin itu sedikit sekali,” katanya.

Selain menyediakan tempat sampah berdasarkan jenisnya, pihak sekolah juga telah memiliki satu kontainer sampah yang dinilai cukup membantu dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Martinha juga mengimbau para siswa untuk membawa tumbler dan kotak makan dari rumah. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai sekaligus meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.

“Kami sudah sarankan untuk anak-anak membawa tumbler dan kotak makan dari rumah sehingga bisa meminimalisir sampah,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, UPTD SDN Bertingkat Naikoten berharap kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah dapat menjadi budaya yang diterapkan siswa, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *