Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, kembali menyalurkan bantuan pangan yang dikenal masyarakat sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran kepada ribuan warganya. Pada 2026 ini, bantuan diberikan kepada 1.446 keluarga, masing-masing sebesar Rp500.000, dengan total anggaran mencapai Rp723 juta.
Penyaluran bantuan dilakukan selama dua hari, Senin–Selasa (2–3/3/2026), bertempat di balai desa setempat dan berlangsung tertib.
Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menjelaskan bantuan tersebut secara administratif masuk dalam pos bantuan pangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Besarannya Rp500.000 per rumah tangga. Ini sudah tahun kedua. Tahun lalu nilainya sama. Secara administrasi masuk bantuan pangan, bagian dari program ketahanan pangan desa,” ujarnya di sela penyaluran.
Menurut Dwi, momentum menjelang Idulfitri dipilih karena kebutuhan rumah tangga masyarakat meningkat cukup signifikan. Pemdes Berjo ingin memastikan seluruh warga dapat menyambut Lebaran dengan lebih tenang.
“Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat meningkat. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban warga,” katanya.
Ia menegaskan, penyaluran dilakukan merata kepada seluruh keluarga di Desa Berjo tanpa terkecuali.
Bagian dari Program Unggulan 3 SBS
Ketua Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, menyampaikan bahwa bantuan pangan atau THR Lebaran tersebut merupakan bagian dari program unggulan desa bertajuk 3 SBS (Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, dan Semua Bisa Sejahtera).
Program 3 SBS telah dijalankan sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga. Menurut Wahyu, program tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah desa dalam membangun desa berbasis kebutuhan nyata warga.
Beasiswa hingga Layanan Kesehatan Gratis
Pada sektor pendidikan melalui program Semua Bisa Sarjana, Pemdes Berjo pada 2025 telah menyalurkan beasiswa kepada 694 anak, dengan rincian:
-
121 mahasiswa perguruan tinggi
-
300 siswa SMA
-
273 siswa SMP
Total anggaran beasiswa mencapai Rp990 juta.
“Alhamdulillah, angka melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di Desa Berjo sudah mencapai 52,9 persen. Artinya lebih dari separuh lulusan SMA dan SMK melanjutkan ke perguruan tinggi,” ungkap Wahyu.
Di bidang kesehatan, program Semua Bisa Sehat diwujudkan melalui layanan ambulans dan mobil siaga desa gratis selama 24 jam. Sepanjang 2025, tercatat 624 kali layanan kesehatan diberikan kepada warga.
Selain itu, terdapat program perawatan lansia ketergantungan melalui relawan desa dan bidan desa yang rutin melakukan kunjungan dan pemeriksaan kesehatan.
BLT dan Pembangunan Infrastruktur
Pada pilar Semua Bisa Sejahtera, Pemdes Berjo juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pendapatan Asli Desa (PAD) kepada 275 keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing menerima Rp600.000 per tahun, dengan total anggaran Rp165 juta. Sasaran bantuan meliputi warga rentan, duafa, lansia, dan yatim piatu.
Wahyu menegaskan seluruh program tersebut dibiayai dari Pendapatan Asli Desa Berjo yang bersumber dari pengelolaan potensi dan aset desa, sesuai Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2024 serta APBDes yang berlaku.
“Semua program ini kami danai dari pendapatan asli desa. Ini komitmen kami membangun desa dari, oleh, dan untuk desa,” tegasnya.
Selain program sosial, sepanjang 2025 Desa Berjo juga merealisasikan sekitar 50 proyek pembangunan fisik, meliputi peningkatan jalan, betonisasi, pengaspalan, serta irigasi pertanian.
Apresiasi Bupati Karanganyar
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inovasi dan tata kelola Desa Berjo.
“Ini menandakan pemerintah desa dan BUMDes luar biasa dalam mengelola pendapatan. Dampaknya nyata, mulai dari semua bisa sarjana, semua bisa sehat, sampai semua bisa sejahtera,” ujarnya.
Ia berharap capaian Desa Berjo dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Karanganyar dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Warga Merasa Terbantu
Sejumlah warga mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima menjelang Lebaran. Parno (53), warga Godang, Berjo, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Alhamdulillah sangat membantu. Menjelang Lebaran kebutuhan banyak, harga juga naik. Ini bisa untuk beli sembako dan kebutuhan anak-anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zaenab (36), warga Imoroto, Berjo. Menurutnya, program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah desa kepada seluruh warga tanpa pandang bulu.
“Setiap tahun ada dan merata. Kami merasa diperhatikan. Biasanya untuk tambahan belanja Lebaran dan kebutuhan dapur,” katanya.
( Red / Kabarterkininews.co.id)







